Home Blog Page 102

Cara Istiqomah dalam Ibadah Melalui Challenge 40 Hari Tahajud

SUARAONLINE.COM-Sebagai manusia, kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk senantiasa istiqomah dalam ibadah dan tunduk atas segala peraturan yang telah Allah tetapkan. Namun, seringkali kita lalai dan mengabaikan perintah tersebut karena berbagai hal. Kelalaian yang menyebabkan tidak istiqomah dalam berbuat baik bisa terjadi karena hawa nafsu, emosi, kemalasan, godaan setan, dan hal lainnya. Akhirnya, kita lebih sering mengejar hal-hal duniawi dibanding dengan mencari keberkahan hidup menurut Islam itu sendiri.

Yayasan Alfatihah melalui tim Event yayasan, menyelenggarakan program Challenge Tahajud 40 Hari yang merupakan kegiatan dengan tujuan untuk membantu banyak orang meningkatkan ibadah Tahajud selama 40 hari berturut-turut. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan masyarakat, serta memupuk kebiasaan beribadah yang baik dan produktif, sekaligus sebagai salah satu cara untuk tetap istiqomah dalam ibadah di tengah kehidupan sehari-hari.

Sebagian besar peserta yang telah mengikuti program Challenge Tahajud 40 Hari bersama Alfatihah memberikan komentar positif dan mengaku telah merasakan perubahan jadwal hariannya dan mulai istiqomah dalam ibadah, karena mulai terbiasa menunaikan salat Tahajud. Peserta yang mengikuti program ini akan mendapat panggilan melalui Whatsapp secara rutin setiap hari selama 40 hari dan ilmu baru melalui kajian rutin setiap pagi (Kajian Subuh Bahagia), hingga update progres harian peserta yang harus dikumpulkan setiap harinya melalui grup bersama.

(Dokumentasi panggilan rutin yang dilakukan admin grup TC, info kajian Subuh, dan laporan progres harian peserta)

Selain ingin meraih keutamaan salat Tahajud, tentu saja kita ingin kualitas istiqomah dalam ibadah kita terus stabil walaupun ada banyak tantangan dan hambatan yang harus dilalui. Untuk itu, perlu adanya komunitas yang saling menguatkan dan mengingatkan untuk konsisten menunaikan Tahajud. 

Istiqomah berkaitan erat dengan konsistensi yang diukur sepanjang hidup, ketaatan, dan jalan yang mengarah kepada kebenaran. Inilah sebab mengapa semakin banyak orang mulai tertarik mengikuti program Challenge Tahajud 40 Hari sebagai salah satu cara agar istiqomah dalam ibadah bersama Alfatihah.

Melalui Challenge Tahajud 40 Hari bersama Alfatihah ini, Yayasan Alfatihah berusaha membantu banyak orang dengan memotivasi mereka untuk berkomitmen merutinkan Tahajud yang lebih berkualitas dan konsisten. Seorang peserta bernama Dewi Anggraini memberikan respon positif terkait program Tahajud Challenge ini. Ia merasa adanya program Tahajud Challenge berhasil membantunya lebih rutin dan rajin menunaikan Tahajud hingga mendorongnya untuk konsisten mengirimkan laporan progres ibadah harian ke grup.

Testimoni positif lainnya juga bisa kita lihat dari percakapan yang ada dalam grup Tahajud Challenge. Telah ada lebih dari 190 orang menjadi peserta Tahajud Challenge Batch 1 dan 2 yang merasa terbantu dengan adanya program ini. Mereka juga mengaku merasakan perubahan pada rutinitas hariannya sehingga bisa menunaikan salat Tahajud di malam hari.

(Testimoni peserta Tahajud Challenge)

Untuk Anda yang ingin merasakan langsung perubahan harian seperti yang dirasakan oleh peserta yang telah bergabung dalam program Challenge Tahajud 40 hari bersama Alfatihah. Anda bisa bergabung dengan program ini di Batch ke-3 yang akan berjalan setelah Batch ke-2 yang sedang berlangsung pada 12 Maret – 12 April 2024. Informasi lebih lanjut tentang Tahajud Challenge bisa Anda akses melalui laman alfatihah.id/kelas-tahajud.

Apakah kita mau untuk benar-benar istiqomah dalam ibadah atau tidak? Hal itu kembali lagi pada niat dan tujuan kita dalam beribadah pada Allah SWT. Mari, bersama perlahan kita tingkatkan ketakwaan dengan melaksanakan salat Tahajud secara rutin melalui program Tahajud Challenge! Selamat berjuang dalam keistiqomahan!

Digital Fundraising Jadi Topik Menarik dalam Webinar Rutin Forum Yayasan Indonesia 

6ktNwSLhJKYyEz06VjI0J1iuLouSrpZkE8yfstphrUZvjx3MtY Ila JUONL5zaNHPNhPmU ovTAZvlXnKlqZMXXdc7c9PAJfX7kHSEarjRBWVTgz6KgcaYIWXflzGwr8U1AWlzRYUzrN QbrpQBB1U
(Dokumentasi webinar Fundamental Digital Fundraising)

Digital Fundraising jadi topik menarik yang ada dalam webinar yang diselenggarakan oleh Forum Yayasan Indonesia pada 2 April 2024 pukul 21.00 hingga 23.00 WIB melalui Zoom Meeting. Sejumlah peserta dari berbagai pengelola dan pengurus yayasan di seluruh Indonesia pun antusias menyimak materi webinar kali ini. Bukan hanya karena topiknya yang sangat dekat dengan hal-hal seputar pengelolaan yayasan, tetapi juga ternyata masih banyak pengelola yayasan yang mengaku belum maksimal dalam menjalankan proses fundraising di lembaganya masing-masing. 

Konsep Digital Fundraising yang diberikan oleh Ustaz Imam Chandra ternyata menjadi topik yang menarik untuk para peserta dari berbagai pengelola dan pendiri yayasan di seluruh Indonesia. Menurut Ustaz Imam Chandra, digitalisasi proses fundraising dengan tahap memahami Digital Fundraising terlebih dahulu perlu dilakukan, karena banyaknya konten buruk yang tersebar luas di internet. Kondisi ini harusnya jadi kesempatan dan peluang bagus bagi para pengelola yayasan untuk memaksimalkan konten kebaikan, dakwah, hingga fundraising. Daripada para pengguna internet di Indonesia hanya melakukan transaksi untuk tujuan bermain game online saja, lebih baik lembaga Islam dimanapun berada terjun untuk memberikan opsi proyek kebaikan yang lebih bermanfaat. Sebuah ketimpangan kondisi yang tidak boleh dibiarkan tanpa upaya untuk menghadirkan pilihan yang lebih bermanfaat sekaligus membantu banyak orang yang keistimewaannya tidak hanya berakhir di dunia, tapi di akhirat juga. 

Menurutnya, daripada perputaran uang yang terjadi di internet hanya untuk bermain game online dan hal-hal yang buruk, seorang muslim harus mengambil kesempatan itu untuk memfasilitasi banyak orang memberikan uangnya untuk hal yang lebih bermanfaat. Kemanfaatan uang yang didapat secara online itu bisa digunakan untuk kepentingan donasi dan sedekah ke yayasan atau lembaga yang membutuhkan. Inilah mengapa masing-masing yayasan harus memahami betul tentang proses Digital Fundraising dengan tahap memahami Fundamental Digital Fundraising.

Sebagai salah satu pendiri Yayasan Ismuhu Yahya, Ustaz Imam Chandra mengaku telah berhasil menerapkan konsep Digital Fundraising di yayasannya dan berhasil meraup hingga lebih dari 160 Milyar sejak tahun 2020 hingga sekarang untuk keperluan proses pembangunan masjid Ismuhu Yahya. Hal inilah yang menjadikan penerapan konsep Digital Fundraising yang disampaikan olehnya dalam webinar FYI kali ini sangat aplikatif untuk para peserta yang berasal dari berbagai pengelola yayasan.

Ada sejumlah hal yang harus diperhatikan oleh para pengelola yayasan jika ingin berhasil untuk menjalankan Fundamental Digital Fundraising. Menurut Ustaz Imam Chandra ada 3 konsep penting dalam menjalankan fundraising online, yaitu perlu adanya mindset untuk berjuang, mindset hal kecil akan berdampak besar, dan pembentukan tim yang baik. Tiga hal tersebut menjadi konsep dasar yang disampaikan oleh pemateri kali ini dalam webinar yang secara rutin dilaksanakan oleh FYI (Forum Yayaysan Indonesia) setiap minggunya.

Tak hanya itu saja, Ustaz Imam Chandra juga menyapaikan bahwa ada 4 hal lainnya yang menjadi pondasi dasar untuk mendukung keberhasilan penerapan konsep Fundamental Digital Fundraising. 4 Poin yang akan mendukung Fundamental Digital Fundraising menurut Ustaz Imam adalah program, konten, campaign, dan customer service. Menurutnya, maksud dari pentingnya menyusun program yang baik adalah program yang disusun harus dilakukan dan direalisasikan sehingga tujuan baik yang akan dijalankan Allah ridai. Menurutnya berbuat baik tidak boleh hanya sekadar mengejar kerapihan struktur, tetapi juga harus amanah dalam menjalankan apa yang akan, sedang, dan telah dikampanyekan. 

Kemudian, poin mengenai konten ini akan sangat menunjang kampanye yang akan dan sedang dilakukan. Tak hanya bertujuan untuk mendokumentasikan program yang dijalankan, konten yang dibuat juga bisa didesain untuk tujuan promosi dan iklan. Hal inilah yang kemudian ternyata masih menjadi kekurangan banyak yayasan yang mengikuti webinar FYI kali ini. 

Poin berikutnya yang bisa mempengaruhi Fundamental Digital Fundraising adalah campaign atau kampanye. Konten yang telah dibuat dari dokumentasi kegiatan yang telah dilakukan itulah yang bisa dijadikan sebagai campaign dalam bentuk iklan, baik iklan di media sosial maupun di paltform lainnya. 

Terakhir, poin yang tak kalah penting jika ingin Fundamental Digital Fundraising yang dilakukan berhasil adalah customer service. Maksud dari CS di sini adalah database donatur atau orang yang telah melakukan transaksi lewat iklan yang telah dijalankan harus dikelola dan didata dengan baik. Data orang-orang atau donatur yang pernah bertransaksi ke lembaga atau yayasan ternyata bisa membantu kondisi campaign yang sedang dan akan dijalankan lebih maksimal. Terutama dalam mengenalkan dan memasarkan informasi produk dan jasa tanpa sepenuhnya mencari pelanggan baru atau calon pelanggan baru.

Di sisi lain ada cara yang harus dimaksimalkan juga sebagai upaya untuk mendapat tim yang solid dan kuat dalam proses fundraising digital. Cara tersebut adalah dengan melakukan sejumlah hal berikut ini. Menurut Ustaz Imam ada 4 jalan yang bisa pengelola yayasan lakukan agar timnya semakin siap menjalani proses fundraising digital.

  1. Rekruitment Ahli

Konsekuensi dari memilih jalan yang pertama ini adalah biasanya biaya yang dibutuhkan tinggi. Biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan tenaga ahli yang sudah mahir dan mengetahui langkah apa saja yang harus dilakukan biasanya akan sangat membantu kinerja yayasan atau lembagamu.

  1. Rekruitment Pemula 

Konsekuensi dari memilih jalan yang kedua ini adalah biasanya biaya yang dibutuhkan cenderung rendah, tapi perlu ada bimbingan atau pembelajaran lebih untuk tenaga pemula. Sekilas biaya yang dikeluarkan lembaga atau yayasan lebih rendah, tetapi waktu tambahan untuk meningkatkan pemahaman dan pembelajaran akan bertambah, karena skill para pemula perlu ditingkatkan. Inilah yang seringkali menjadi pekerjaan rumah untuk para pengelola yayasan dalam memanajemen manusia di lingkungan lembaga atau yayasannya.

  1. Agency 

Konsekuensi dari memilih jalan yang ketiga ini untuk membantu optimalisasi proses fundraising digital adalah biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk agency yang dipilih. Sumber daya yang melakukan pekerjaan juga bukan milik lembaga atau yayasan yang sedang dikelola, sehingga tidak bisa diatur atau diharapkan memiliki value yang sama dengan yayasan atau lembagamu.

  1. Kolaborasi

Konsekuensi dari memilih jalan yang terakhir adalah meluasnya jaringan atau kolega yang sama-sama sedang berjuang mengembangkan yayasan. Namun, di sisi lain ada juga konsekuensi profesional semacam bagi hasil yang harus dilakukan selama melakukan kolaborasi. Kerjasama atau kolaborasi yang dilakukan pun biasanya bertujuan untuk mendatangkan profit sehingga bagi hasil bisa dilakukan dan kedua lembaga atau yayasan merasa saling diuntungakan.

Seluruh pembahasan yang menarik seperti dalam webinar ini bisa kamu ikuti dan pantau informasinya di laman Forumyayasan.com. Berbagai webinar yang menarik dengan topik pendirian yayasan dan pengelolaan lembaga juga bisa kamu ikuti di sana. Tak perlu khawatir akan kehabisan akses kelasnya, sebab webinar dari Forum Yayasan Indonesia ini rutin dilakukan setiap pekannya! Tunggu apalagi? Jadilah inovator di lembaga dan yayasanmu dengan mengikuti webinar di FYI. Saatnya lejitkan potensi lembagamu dengan belajar bersama FYI sekarang juga!

Baca Juga : 5 Cara Untuk Berangkat ke Mahad Darul Hadits, Nomor 3 Paling Dicari!

Yayasan Alfatihah Bersama Polsek Genuk Bagikan 300 Takjil untuk Masyarakat

GENUK, BERITAISLAM.COM – Berbagi Kenikmatan Berkah Ramadhan, Yayasan Alfatihah bagikan 300 Porsi Takjil untuk masyarakat Genuk Pertigaan Pos Polisi Genuksari dan pertigaan Ratan Cilik Kel. Banjardowo pada Rabu (27/03).

300 Porsi Takjil yang dibagikan oleh Santri Ikhwan Alfatihah turut bersama oleh Kapolsek Genuk Rismanto Genuk bersama tim.

baca juga: Ini 5 Distributor Sah yang Jual Meterai Elektronik dan Cara Pembeliannya

Yudo berharap pembagian takjil yang dilaksanakan dapat membantu sesama.

“Semoga dengan pembagian takjil ini bisa membantu sesama di bulan Ramadhan yg penuh berkah,” Rismanto.

Baca Juga:Mengenal Gaya Hidup Honjok Ala Korea Selatan

Selain itu ia berharap jangkauan takjil yang berkolaborasi dengan Yayasan Alfatihah dapat lebih luas.

“Harapan saya, setelah pembagian takjil di jalan raya bagi para pekerja pabrik sore ini, bisa beralih di tempat-tempat panti sosial anak yatim piatu,” lanjutnya.

Selain itu Muhammad Nashir, santri Ikhwan Alfatihah merasa bersyukur karena melihat antusiasme masyarakat.

Baca Juga: 5 Tipe Konten Instagram Buat Ngembangin Akunmu, Wajib Kamu Contek!

“Alhamdulillah pembagian takjil hari ini lancar. Saya bersyukur melihat antusias masyarakat. Berarti apa yang kita lakukan memang bermanfaat,” katanya.

Pembagian takjil yang dimulai pukul 4 sore itu mengundang antusiasme masyarakat dan pengendara motor untuk menyerbu untuk mendapatkan takjil berupa makanan dan minuman.

Mindset Membangun Yayasan yang Baik Untuk Menciptakan Ladang Amal Jariyah

Dalam membangun yayasan, tidak hanya ditinjau dari aspek fisik saja, akan tetapi juga membutuhkan mindset atau pola pikir yang baik dan berkembang demi keberhasilan dan keberlanjutan yayasan. Mindset membangun yayasan yang sesuai dengan ajaran islam dan memiliki makna Legacy yang berarti bahwa tujuan yayasan didirikan adalah semata-mata hanya karena Allah dan untuk beribadah, sebagai warisan bagi umat manusia yang bisa dimanfaatkan dan sebagai ladang amal jariyah selama yayasan itu masih berjalan.

Forum Yayasan Indonesia menyelenggarakan webinar dengan tema Mindset Membangun Yayasan. Diadakannya seminar online ini bertujuan untuk membentuk pola pikir bagi pendiri yayasan, mengajarkan prinsip-prinsip penting yang dimulai dari sebuah MINDSET, serta cara-cara membangun sistem yang baik di yayasan.

Mindset atau pola pikir, merupakan salah satu faktor kunci dalam membentuk cara kita memandang dunia dan bagaimana menghadapi tantangan tersebut. Mindset mempengaruhi perilaku, kemampuan, dan keputusan dalam mencapai suatu tujuan. Dalam hal ini, webinar Mindset Membangun Yayasan memiliki peranan bagi para pendiri yayasan untuk melakukan evaluasi, apakah sudah sesuai dengan tujuan didirikannya yayasan? Apakah prinsip penting pendiri yayasan sudah dijalankan dengan baik? Bagaimana membangun dan menerapkan sistem yang baik? Di dalam webinar ini menjawab semua pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Banyak orang telah bergabung menjadi peserta dalam webinar Mindset Membangun Yayasan oleh Ustadz Wawan Herman Husdiawan. Sebagian besar dari peserta memberikan komentar positif, memperoleh pandangan baru tentang bagaimana membangun yayasan, serta termotivasi untuk menciptakan yayasan yang lebih berkembang dan lebih maju lagi dengan menerapkan prinsip, cara pembangunan dan penerapan sistem yang baik di yayasan.

yQ7ZRSqItCRNYGyE7moBCAPoAg DVerXMEs1RFdLE9Wt3gVc2xKhxcJ0SufP

(Dokumentasi Webinar Mindset Membangun Yayasan oleh Ustadz Wawan Herman Husdiawan)

Perlu diketahui bahwa dalam proses membangun yayasan yang baik adalah kita harus terus fokus pada tujuan dimana dalam membangun yayasan semata hanya karena Allah Subhanahu wa Ta’alaa. Tujuan tidak akan tercapai apabila dalam prosesnya bertujuan untuk memperkaya diri (money), atau sebagai hobi saja (hobby), maupun demi keluarga (family). Membangun dan mengelola sebuah yayasan bukan hanya sekedar menciptakan sebuah lembaga, tetapi juga menciptakan ladang amal jariyah yang akan terus memberikan manfaat yang berkesinambungan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

Dengan memiliki growth mindset, komitmen yang kuat, yayasan dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif. Sehingga setiap langkah yang diambil dalam membangun sebuah yayasan tidak hanya berorientasi untuk masa kini, namun juga berorientasi untuk masa depan yang lebih baik. Dalam membangun yayasan tentunya bukan perkara yang mudah, namun hal tersebut pasti bisa dilakukan. 

Melalui Webinar Mindset Membangun Yayasan bersama Forum Yayasan Indonesia ini, Forum Yayasan Indonesia berusaha membantu banyak orang dengan memotivasi mereka yaitu para pendiri yayasan untuk grow mindset atau mengembangkan pola pikir, bahwa proses membangun dan menjalankan yayasan harus memiliki pola pikir atau mindset mengelola yayasan. Salah satu peserta yaitu Ustadz Syahril dari Yayasan Finawa memberikan respon positif terkait Webinar tentang Mindset Membangun Yayasan ini. Beliau merasa dengan bergabung di webinar Mindset Membangun Yayasan, dapat membantunya dalam pengembangan yayasan beliau kedepannya.

Banyak juga komentar positif lainnya yang bisa kita lihat dari percakapan yang ada dalam grup member yayasan indonesia yang merasa terbantu dengan adanya program ini. Mereka juga menerangkan bahwa dengan mengikuti Forum Yayasan Indonesia ini banyak mendapatkan ilmu dari materi yang disampaikan, juga banyak insight yang didapat untuk mengelola yayasan dengan baik.

Bagi Anda para pendiri maupun calon pendiri yang baru akan memulai untuk mendirikan yayasan, yang ingin mengembangkan yayasan, dan ingin mendapatkan banyak benefit seputar pengelolaan yayasan, seperti yang didapat oleh peserta lainnya yang telah bergabung dalam Forum Yayasan Indonesia. Bukan hanya mendapat ilmu dari materi webinar saja, namun masih banyak lagi value yang akan diperoleh dari forum ini. Mari kita ciptakan growth mindset, sebagai bentuk komitmen untuk pembangunan yayasan yang lebih baik. Informasi lengkap dapat Anda akses melalui laman forumyayasan.com.

Baca Juga : Digital Fundraising Jadi Topik Menarik dalam Webinar Rutin Forum Yayasan Indonesia 

Bangun Kepedulian Masyarakat Pada Bayi Terlantar, Forum Yayasan Indonesia Gelar Webinar ‘Kerjasama Mendirikan Panti Bayi’

SUARAONLINE.COM — Bangun kepedulian masyarakat pada bayi terlantar, Forum Yayasan Indonesia (FYI) menggelar webinar mingguan dengan topik ‘Kerjasama Mendirikan Panti Bayi’. Webinar yang mengupas langkah demi langkah mendirikan panti bayi ini digelar secara daring pada tanggal 12 Maret 2024 malam via zoom meeting. 

Dalam webinar tersebut dijelaskan bahwa tujuan utama didirikannya panti bayi ialah menolong sekaligus menyelamatkan bayi terlantar. Terlepas dari beragam kasus yang menyebabkan bayi tersebut ditelantarkan. Tak hanya itu, pendirian panti bayi juga dimaksudkan agar bayi terlantar mendapatkan tempat penampungan, pengasuhan, serta perawatan yang layak di masa kecilnya. Pendirian panti bayi juga mengupayakan edukasi pada ibu-ibu bayi terlantar agar lebih sadar dan peduli dengan pada keselamatan dan tumbuh kembang anaknya. 

Bangun Kepedulian Masyarakat Pada Bayi Terlantar, Forum Yayasan Indonesia Jelaskan Visi-Misi, Pendanaan Awal, Hingga Teknik Kerja Sama yang Dibutuhkan

O379Co9W8G5zOsK AD0YFnuS9ISqFSLAbltK1oW3N5hMCp hIWRUkaY78dHhTH5CRFvIW5dTguTFUqBu0zM LhXMAzBKU2f5US11xb 98c9WEnAqkUZzOE2UDpO3k4

Bangun kepedulian masyarakat pada bayi terlantar, Forum Yayasan Indonesia melalui webinar ini memaparkan bahwa setiap bayi berhak memiliki kebahagiaan bersama ibunya, sehingga visi dan misi utamanya tak sekedar menyelamatkan bayi terlantar, akan tetapi berusaha mengembalikan tanggung jawab bayi terlantar pada orang tua kandungnya yang sudah diedukasi terkait kesadaran mengasuh bayi.

Selanjutnya terkait proses pendanaan awal, Ustadz Arif Muhrojim (Pendiri panti Yafim) menjelaskan bahwa dana tersebut diambil dari uang  pribadi selama kurang lebih 3 hingga 6 bulan sembari menunggu surat izin resmi pendirian panti bayi. Meski demikian, pemateri mendapat bantuan  3 bulan penuh dari pihak atas atau pihak yang mengajak bekerja sama, meski bantuan tersebut bukan berupa dana melainkan berupa kebutuhan bayi. Saat ini sudah ada 3 panti bayi yang berhasil didirikan oleh para anggota Forum Yayasan Indonesia (FYI) di beberapa daerah yaitu:Panti Yafim- Jawa Barat, RAnS ( Rumah Anak Surga)- Semarang, Rumah Kasih Bumi Insani.

kL mf3MdsyMICi5DIWyH4eXOLtOE2aH s6SO36LFcI41WprM9Rtnv Z2yoL6Z2Cuq2vEX57aEjDWyEHIhWYcSxGbubMhf 0zPN7fWQoljSex 5VHHEI 9PRROJJBCp0xHyjiCOXmSykB0Qr0 OYu0g

Bangun kepedulian masyarakat pada bayi terlantar melalui pendirian panti bayi ini memang dimulai dari dana pribadi para pendirinya di awal-awal. Termasuk di dalamnya biaya operasional, kesehatan, maupun perawatan bayi. Adapun biaya lanjutan diperoleh dari upaya galang dana, seperti beriklan atau menjalin kerja sama dengan dinas sosial terkait.

Selain menjelaskan mekanisme pendanaan awal pendirian panti bayi, Ustadz Arif Muhrojim juga menjelaskan cara bekerja sama dalam membangun panti bayi dengan pihaknya. Menurut beliau, hal yang paling dasar untuk disiapkan dalam kerja sama ini ialah penyiapan tempat baik berupa kamar atau rumah khusus guna menampung bayi. Tempat tersebut setidaknya harus memiliki kapasitas untuk menampung 5 hingga 10 bayi disertai lemari atau etalase yang mampu menampung barang-barang bayi.

Bangun kepedulian masyarakat pada bayi terlantar, Ustadz Arif Muhrojim menjelaskan bahwa pihak Yafim akan memberikan suport pada partner kerjasamanya dengan memberikan keperluan bayi, seperti pampers, susu, sabun, saat usia bayi terlantar menginjak satu bulan.  Support itu diberikan jika tempat layak dan etalase keperluan bayi telah disediakan mitranya. Adapun biaya operasional panti bayi dikembalikan pada pendirinya. 

Setelah segala sesuatunya siap, maka pendiri panti bisa mencari satu dua orang sebagai pengasuh serta mengurus perizinan pendirian panti pada dinas setempat agar bisa pendapat perlindungan hukum. Jika proses pengajuan izin lancar, maka panti tersebut akan mendapat akta notaris untuk memudahkan izin lanjutan. Adapun izin lanjutan bisa mengajukan ke kemenkumham dan menunggu proses peninjauan. Selain kemenkumham, panti bayi juga harus didaftarkan ke LKSA(Lembaga sosial Kesejahteraan Rakyat) dan menunggu sekitar 6 bulan hingga 1 tahun untuk mendapatkan surat izin resmi LKSA. Setelah mendapatkan surat isin LKSA maka upaya bangun kepedulian masyarakat pada bayi terlantar bisa lebih mudah dijalankan.

Bangun kepedulian masyarakat pada bayi terlantar diharapkan akan lebih efektif dengan terlaksananya webinar bertema ‘Kerjasama Membangun Panti Bayi’ oleh Forum Yayasan Indonesia (FYI).Terlebih lagi panti bayi yang jadi percontohan tak sekedar menyelamatkan, melainkan mengedukasi orang tua kandung akan pentingnya kesadaran mengurus dan membesarkan darah dagingnya. Jadi nasib bayi tak hanya berhenti di sebuah panti, melainkan bisa diasuh kembali oleh orang tua kandung yang lebih bertanggung jawab.

Jika anda tertarik untuk mengetahui webinar-webinar seputar strategi mengembangkan dan mendirikan yayasan, maka bisa mengunjungi website Forum Yayasan Indonesia. Di dalamnya terdapat banyak webinar yang menghadirkan pemateri-pemateri ternama dengan ilmu-ilmu yang sangat luar biasa.

5 Cara Untuk Berangkat ke Mahad Darul Hadits, Nomor 3 Paling Dicari!

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan bagi para pengelola yayasan yang ingin mengirimkan santrinya belajar ke Yaman tepatnya di Ma’had Darul Hadits ataupun bagi para individual yang memiliki niat untuk belajar ke Ma’had Darul Hadits. Beberapa cara tersebut dijabarkan oleh Ustad Muhammad Yahya selaku Pengasuh Pondok Pesantren Mantabba dan Ustad Luthfi sebagai alumni dari Ma’had Darul Hadits dalam webinar ““Kerjasama Masuk ke Universitas Yaman” yang dilaksanakan oleh Forum Yayasan Indonesia (FYI) melalui zoom meeting pada tanggal 4 Maret 2024 lalu. 

E eA0J3Q8vBeC FK1X5DPqVYharBlzhe87vq7vl8XcW6hjUh3xOX40mwBhPQ5GvU1fkHzY2hbVxvjVlc uKpt4mPAH4S70PVKloIcpY1If6LghYzIvPuhXojbc0E6qe2rrvjUulJAvtyCaq1b8jcNeA

(dokumentasi webinar Forum Yayasan Indonesia (FYI) bersama ustad Yahya dan Ustad Luthfi)

Dalam webinar, Ustad Muhammad Yahya menyebutkan salah satu alasan penting mengapa perlu belajar ke Ma’had Darul Hadits, beliau menyebutkan bahwa untuk saat ini melihat dari riset yang ada, terdapat banyaknya ulama atau pendakwah di zaman ini yang kurang dari segi keilmuannnya dan menggunakan banyak hadist yang terkadang dhoif, oleh karena itu, harus dibenarkan dari segi jalur hadits dan keilmuannnya dengan belajar lagi keilmuannnya di Yaman atau ditempat yang sesuai agar sumber hadist yang disebarkan oleh ulama sumbernya Kredibel. Namun, dibalik itu banyak sekali orang yang mengurungkan niat untuk berangkat belajar ke Yaman dikarenakan minim pengetahuan terkait cara dan syarat masuk ke Ma’had Darul Hadits. 

Ustad Muhammad Yahya juga menyebutkan beberapa syarat untuk masuk ke Ma’had sebelum menjelaskan cara untuk berangkat ke Mahad Darul Hadits yang diantaranya adalah bersedia untuk memiliki target hafalan 2000 hadits selama  2 tahun yang akan diajarkan untuk cara berpidato atau ceramah, batas usia untuk mendaftar adalah 15-25 tahun, dan yang terakhir bersedia belajar selama 2 tahun baru boleh untuk pulang ke negara asal (namun apabila ada alasan genting maka diperbolehkan pulang meskipun masa belajar kurang dari 2 tahun).

Melihat banyaknya orang yang masih minim informasi dan menganggap cara untuk berangkat ke Mahad Darul Hadits sangat sulit, padahal jika ditelusuri dan dipelajari lebih lanjut syarat dan cara untuk masuk ke Ma’had Darul Hadits tidak sesulit yang dibayangkan. Maka dari itu, Ustad Yahya menyebutkan 5 cara untuk berangkat ke Mahad Darul Hadits, diantaranya : 

  1. Murni Patungan 

Dengan cara dibiayai oleh ustadz atau oleh lembaga 

  1. 50% dari Keluarga

Dibiayai orang tua yang dianggap mampu maka dibebankan untuk membayar bagi biaya hidup disana.

  1. Beasiswa Pemerintah Daerah

Cara untuk berangkat ke Mahad Darul Hadits ini banyak dicari karena banyak orang menganggap ini cara yang efektif dan tidak membebankan, untuk beasiswa pemerintah daerah biasanya diambil 40 orang dari daerah tertentu yang memiliki kerjasama dengan yayasan (seperti Ma’had ala Idrusz biasanya mendapatkan beasiswa ini)

  1. Program orang tua asuh

Dengan dijadikan sebagai anak asuk pendidikan sehingga bisa dibiayai

  1. Meminta hubungan kerjasama dengan orang

Dengan meminta bantuan atau kerjasama dengan orang yang memiliki kelebihan dari sumber dana dan apabila dapat maka akan mendapat dana untuk berangkat. footjob Sunnie

Namun, apabila para peserta masih bingung dan ingin dibantu untuk masuk dan bcara untuk berangkat ke Mahad Darul Hadits maka terdapat opsi bagi para member dan peserta webinar yang diadakan oleh Forum Yayasan Indonesia (FYI) untuk berkonsultasi langsung kepada Ustad Yahya ataupun Ustad Luthfi. Hal tersebut merupakan salah satu benefit yang didapat ketika menjadi member Forum Yayasan Indonesia (FYI) dan peserta webinar, menarik bukan? Untuk hal menarik lainnya dan topik webinar menarik lainnya bisa kamu dapatkan dengan mendaftarkan diri ke website forumyayasan.com. Tak perlu khawatir, webinar dari Forum Yayasan Indonesia ini rutin dilakukan setiap pekannya! Tunggu apalagi? Yuk daftarkan diri dan yayasanmu untuk bergabung ke FYI sekarang juga!

Baca Juga : IDN BOARDING SCHOOL: MEMBANGUN BELASAN PESANTREN DALAM SETAHUN DENGAN MODAL FACEBOOK

Kupas Tuntas Cara Kerjasama Masuk ke Universitas Yaman Bersama Ustad Muhammad Yahya

Banyak orang ingin mengemban ilmu hingga ke luar negeri, namun banyak dari mereka yang masih bingung bahkan tidak tahu cara dan syarat untuk belajar disana. Sehingga banyak orang memilih untuk mengikuti webinar yang menjelaskan terkait cara dan syarat agar bisa masuk universitas di luar negeri, mereka memilih webinar yang dilaksanakan oleh Forum Yayasan Indonesia (FYI) pada Senin (4/3) dengan topik pembahasan yaitu Kerjasama Masuk ke Universitas Yaman bersama Ustad Muhammad Yahya selaku Pengasuh Pondok Pesantren Mantabba.

Webinar yang dilaksanakan oleh Forum Yayasan Indonesia (FYI) merupakan salah satu agenda rutinan setiap minggu nya yang diperuntukkan untuk member FYI ataupun para pendaftar webinar yang berminat untuk mendapatkan ilmu sesuai dengan topik yang mereka butuhkan untuk dikulik lebih dalam. 

Dalam webinar 4 Maret lalu, Ustad Muhammad Yahya memberikan penjelasan terkait syarat masuk Universitas Yaman khususnya di Ma’had Darul Hadits, cara berangkat ke Ma’had Darul Hadits untuk menjalin kerjasama masuk ke universitas Yaman, dan yang paling penting beliau mengungkapkan alasan mengapa perlu belajar ke Ma’had Darul Hadits. Beliau menyebutkan “Melihat dari riset yang ada, terdapat banyaknya ulama atau pendakwah di zaman ini yang kurang dari segi keilmuannnya dan menggunakan banyak hadist yang terkadang dhoif, oleh karena itu, harus dibenarkan dari segi jalur hadis dan keilmuannnya dengan belajar lagi keilmuannnya di Yaman atau ditempat yang sesuai agar sumber hadist yang disebarkan oleh ulama sumbernya Kredibel.” Ujarnya.

Maka dengan adanya webinar ini dapat mempermudah dan membantu semua orang yang memiliki niat dan tekad untuk belajar dan mencari ilmu ke Yaman khususnya ke Ma’had Darul Hadits. 

Bersama Ustad Luthfi (Alumni Ma’had Darul Hadits), Ustad Muhammad Yahya memberikan kemudahan bagi para peserta webinar yang ingin mendaftar dan masuk ke Ma’had Darul Hadits untuk kerjasama masuk ke universitas Yaman hanya dengan beberapa ketentuan dibawah ini : 

  • Melakukan komunikasi dengan ustad Yahya atau ustad Luthfi
  • Melakukan MOU kesepakatan untuk keberangkatan dan hal-hal lainnya yang diperlukan untuk memerangkatkan santri dari Indonesia ke Yaman 
  • Bersedia untuk di datangi ulama besar Darul Hadist ketika sedang di Indonesia dan membicarakan tentang bagaimana prosesnya

Beberapa ketentuan kerjasama masuk ke universitas Yaman diatas bisa didapatkan bagi para member yang sudah terdaftar di Forum Yayasan Indonesia (FYI) dan para peserta yang tidak terdaftar member Forum Yayasan Indonesia (FYI) namun mendaftar khusus untuk mengikuti webinar tersebut. 

xyRk3HdxsljFGQi6VcYxsW V xZGLLlpE0eZR2q2DQZrnoE9yJ3jeVo4WbAYWHXXVIs5a 0CdbGKO IJUHfRb2fxmA2bXLh0mZUuAQeWDTIWQWDwUaWGIXxXuXve
UXziABWHrFIoUZRnhaObPK7FWC5yq3kGZKNMheFIHPeoWXnlG1AXBpgMKPdRhOjSF6clRSveo1GkKPJYelAtG dfTKdeBPJfINw8TD7PJjq mR2NjjAk

(dokumentasi webinar Forum Yayasan Indonesia (FYI) bersama ustad Yahya dan Ustad Luthfi)

Bagi para peserta webinar ini sangat bermanfaat bagi mereka yang awalnya sama sekali tidak tahu terkait syarat masuk Ma’had Darul Hadits, cara berangkat ke Yaman, dan alasan penting mengapa perlu mengemban ilmu kesana. Ustad Yahya bersama Ustad luthfi mengulik dan memaparkan dengan sangat rinci sehingga peserta mudah memahami dan mulai menghilangkan presepsi terkait ‘ribet’ nya mengurus segala hal untuk masuk ke Universitas Yaman. 

Baca Juga : Karyawan Wajib Tahu! Ciri-Ciri Burnout dan Cara Efektif Mengatasinya

Penjelasan diatas merupakan satu dari banyaknya benefit apabila menjadi member Forum Yayasan Indonesia (FYI) yaitu bisa mengikuti webinar rutinan mingguan dengan topik berbeda yang dilaksanakan oleh FYI. Yuk daftarkan diri sekarang juga untuk menjadi member Forum Yayasan Indonesia di website Forumyayasan.com , dapatkan banyak materi lainnya dan bangun networking sekarang juga!!

USTADZ FAKHRUL ROJI PAPARKAN CARA MENGASUH 700 ANAK YATIM DAN CARA FUNDRAISING MASJID CHENG HO DALAM WEBINAR FYI

Forum Yayasan Indonesia (FYI) merupakan forum berkumpulkan yayasan di Indonesia untuk saling mendapatkan berbagai informasi tentang yayasan dan penjajakan kerjasama antar yayasan yang bergerak di bidang pendidik, sosial, kesehatan ataupun keagamaan.

Forum Yayasan Indonesia  melaksanakan webinar bertemakan “Cara yang mengasuh 700 anak yatim dan cara fundraising Masjid” yang dibawakan oleh Ustadz Fakhrul Roji pada Selasa (13/02/2024)

UST FAHRUL 2
Dokumentasi Webinar CARA MENGASUH 700 ANAK YATIM DAN CARA FUNDRAISING MASJID CHENG HO

Masjid Cheng Ho menjadi masjid yang mengasuh 700 anak yatim di wilayah Kalimantan Barat tepatnya di Kota Pontianak. Dengan kepadatan petunduk yang cukup tinggi, hingga mencapai sejumlah 679.818 penduduk.

Banyaknya jumlahnya penduduk tidak menutup kemungkinan atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi, terutama berkaitan dengan anak-anak yatim piatu dan anak-anak terlantar yang menjadi tugas bersama untuk diayomi dan dirawat hingga tumbuh menjadi generasi penerus bangsa.

Berdasarkan alasan tersebut, masyarakat membangun panti asuhan sebagai sebuah bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang membutuhkan pengasuhan, perawatan dan pendidikan untuk tumbuh dan berkembang agar menjadi generasi yang tangguh dan berbakat.

Sayangnya masih banyak anak yatim di Pontianak yang tinggal bersama ibunya dalam keadaan yang kurang mampu, dan faktanya tidak semua anak yatim mau tinggal di panti asuhan. Mereka lebih memilih tinggal bersama ibunya, sedangkan ibu juga menjadi tulang punggung keluarga.

Masjid Cheng Ho hadir untuk membantu para anak yatim tanpa membangun panti asuhan dengan menggunakan Google Form dan disebar melalui website. Dimana setiap anak yatim akan mengisi data diri masing-masing serta mengupload dokumen yang telah ditentukan. Yang kemudian akan disurvey dilakukan assessment oleh tim Masjid Cheng Ho.

Setelah melakukan kunjungan, pihak yayasan akan melakukan kunjungan langsung ke rumah anak yatim tersebut. Guna melakukan wawancara dengan anak yatim, melihat bagaimana kondisi dan tempat tinggal anak yatim, ziarah ke kuburan ayah dari anak yatim, serta memberikan uang saku kepada anak yatim tersebut.

Usai kunjungan, pihak Masjid Cheng Ho mengundang semua anak yatim untuk melakukan doa bersama, berbuka puasa bersama serta memberikan santunan kepada anak yatim secara bergiliran selama 30 hari penuh di Bulan Ramadhan.

Santunan kepada anak yatim yang dilaksanakan Masjid Cheng Ho meliputi Do’a bersama anak yatim, buka puasa bersama, dan santunan anak yatim.

Dalam menjalankan program fundraising di Masjid Cheng Ho, Ustadz Fakhrul Roji menerapkan tiga cara fundraising masjid yaitu:

  1. Memasang spanduk di sepanjang jalan menuju masjid Cheng Ho Pontianak.
  2. Broadcast ke donatur tetap terkait program orang tua asuh anak yatim.
  3. Mengiklankan program anak yatim melalui platform Facebook Ads dan Tiktok Ads

Baca Juga : Digital Fundraising Jadi Topik Menarik dalam Webinar Rutin Forum Yayasan Indonesia 

SHARING TENTANG MASJID YANG MENGASUH ANAK YATIM BERSAMA USTAD FAHRUL ROJI

SUARAONLINE.COM – Pada hari Selasa (13/2/2024) Forum Yayasan Indonesia mengadakan agenda mingguannya yaitu menghadirkan webinar melalui zoom meeting untuk para member yang bergabung dalam forum ini. Adapun webinar kali ini menghadirkan materi tentang Masjid yang mengasuh anak yatim di dalamnya.  Adapun tema webinar kali ini adalah “Masjid yang mengasuh 700 anak yatim dan cara fundraising”.  selain itu webinar kali ini juga menggandeng pemateri yang sudah berhasil dalam membangun Masjid yang mengasuh anak yatim di daerahnya yaitu  Ustadz Fahrul Roji selaku Pimpinan Yayasan Masjid Cheng Ho.

Ustadz Fahrul Roji selaku Pimpinan Yayasan Masjid Chengho yang memiliki program masjid yang mengasuh anak yatim ini membagikan cerita tentang terbangunnya Masjid tersebut beserta program yang didalamnya yaitu mengumpulkan sekitar 500 anak yatim di daerah Pontianak atau daerah Masjid Chengho dibangun untuk diberikan bantuan dan santunan dan dijadikan sebagai anak asuh  serta  terdata di database Masjid ini sehingga mendapatkan bantuan secara istiqomah.

Black Minimalist Corporate Personal Profile Instagram Post 4
Ustad Fakhrul Roji

Adapun untuk dapat membangun Masjid yang mengasuh anak yatim ini dilakukan dengan mencari anak yatim terlebih dahulu dengan cara menyebarkan informasi di semua media yang bisa diakses dan membuat google form di website agar dapat mengisis data diri dari anak yatim yang ada di kota Pontianak dan menyebarkan juga flayer untuk bisa hadir di Masjid Chengho.  Setelah itu juga  melakukan verifikasi untuk melihat kebenaran data yang ada tentang anak yatim tersebut.

Terdapat beberapa program yang dilaksanakan oleh Masjid Cheng Ho ini adalah seperti doa bersama anak yatim, buka bersama anak yatim dan santunan anak yatim selama 30 hari puasa serta bantuan lainnya. Selanjutnya Pemateri juga memberikan cara untuk dapat mengelola Masjid yang mengasuh anak yatim atau Masjid Cheng Ho ini dengan cara fundraising. Cara fundraising yang dilakukan oleh Masjid Cheng Ho untuk menghadirkan donatur adalah dengan memasang spanduk sepanjang jalan menuju arah Masjid Cheng Ho di daerah Pontianak,  melakukan broadcast ke donatur tetap terkait program orang tua asuh anak yatim, dan mengiklankan program anak yatim melalui fb ads dan tiktok ads secara berkala.

Ustadz Fahrul Roji juga mengatakan bahwasannnya dengan adanya materi dan program yang dipaparkan oleh beliau ini dapat menjadikan inspirasi di yayasan yang diolah oleh member Forum Yayasan Indonesia sehingga dapat membuat program seperti yang dilakukan oleh pemateri karena berdasarkan hadits nabi bahwasanya orang yang memuliakan anak yatim maka akan dimuliakan pula dirinya di akhirat nantinya.

UST FAHRUL 2 1
Dokumentasi Webinar FYI “Masjid yang mengasuh 700 anak yatim dan cara fundraising” Bersama Ustad Fakhrul Roji

Baca Juga : USTADZ FAKHRUL ROJI PAPARKAN CARA MENGASUH 700 ANAK YATIM DAN CARA FUNDRAISING MASJID CHENG HO DALAM WEBINAR FYI