HomeArtikelMengenal Tower GRK di Bukit Kototabang Sumatera Barat

Mengenal Tower GRK di Bukit Kototabang Sumatera Barat

Date:

Related stories

Bolehkah Anak Berqurban untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal? Ini Jawabannya!

Suara Online - Menjelang Hari Raya Idul Adha, banyak...

Hewan Qurban Jenis Ini Paling Banyak Dicari Warga Tahun 2026

Suara Online – Aktivitas pencarian hewan qurban mulai terlihat...

Jangan Asal Beli! Ini Tips Memilih Hewan Kurban Berkualitas 2026

Suara Online – Jangan asal membeli hewan kurban. Simak...
spot_imgspot_img

SUARAONLINE.COM-Gas rumah kaca menjadi salah satu penyebab perubahan iklim di dunia. Sudah banyak cara yang dilakukan oleh pemerintah dalam menangani hal ini. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan membangun tower GRK (Gas Rumah Kaca). Mengapa membangun Tower GRK? Apa sih fungsi dari Tower GRK? 

Untuk pembahasan lebih lengkapnya, simak artikel berikut!

Masalah perubahan iklim sudah tidak asing bagi masyarakat dunia, efek gas rumah kaca menjadi salah satu penyebab utama. Pada 20 Maret 2023 ketua BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) meresmikan pembangunan Tower GRK di stasiun pemantau atmosfer global atau Global Atmosphere Watch (GAW) Bukit Kototabang, Agam, Sumatera Barat.

Apa Itu Tower GRK?

Tower GRK (Gas Rumah Kaca) adalah sebuah tower setinggi 100 meter yang dibangun untuk memantau dan mengukur kondisi gas rumah kaca di atmosfer. Tower tersebut dilengkapi dengan sensor meteorologi yang berfungsi untuk memantau dari tiga titik ketinggian, yaitu 30 meter, 70 meter dan 100 meter.

Cara kerja dari Tower Gas Rumah Kaca adalah inlet akan disambungkan dengan sensor monitoring untuk mengukur konsentrasi GRK. Pada tower tersebut juga dapat mengukur suhu udara, kelembapan udara, tekanan udara, serta arah dan kecepatan angin. 

Tower GRK di Indonesia

Pada 20 Maret 2023 ketua BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) meresmikan pembangunan Tower Gas Rumah Kaca di stasiun pemantau atmosfer global atau Global Atmosphere Watch (GAW) Bukit Koto Tabang, Agam, Sumatera Barat.

Dwikorita Karnawati selaku Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, mengatakan “GAW Koto Tabang adalah 1 dari 30 stasiun jaringan GAW global Organisasi Meteorologi Dunia (WMO). tower gas rumah kaca ini, menjadi wujud kontribusi Indonesia dalam program Integrated Global Greenhouse Gas Information System (IG3IS)”.

Dwikorita mengucapkan terima kasih kepada tokoh adat dan tokoh masyarakat Sumatera Barat yang sudah menghibahkan lahan sebagai tempat operasional GAW Koto Tabang.

Baca Juga: Berikut Penjelasan Tema Sumpah Pemuda 2022, Lengkap Dengan Sejarahnya!

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here