HomeGaya HidupMengenal Tall Poppy Syndrome dan 3 Cara Mengatasinya!

Mengenal Tall Poppy Syndrome dan 3 Cara Mengatasinya!

Date:

Related stories

Bolehkah Anak Berqurban untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal? Ini Jawabannya!

Suara Online - Menjelang Hari Raya Idul Adha, banyak...

Hewan Qurban Jenis Ini Paling Banyak Dicari Warga Tahun 2026

Suara Online – Aktivitas pencarian hewan qurban mulai terlihat...

Jangan Asal Beli! Ini Tips Memilih Hewan Kurban Berkualitas 2026

Suara Online – Jangan asal membeli hewan kurban. Simak...
spot_imgspot_img

Suaraonline.com – Setiap orang pasti ingin melakukan segala usaha dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Namun ada kalanya, ketika seseorang sudah meraih kesuksesan dan berada di titik teratas justru membuat orang lain menjadi iri dan menjauh itulah yang dinamakan tall poppy syndrome.

Tall poppy syndrome merupakan salah satu fenomena kecemburuan yang dirasakan oleh seseorang karena merasa kalah saing dengan pencapaian orang lain sehingga ia akan menjauhi orang tersebut.

Seseorang yang memiliki pencapaian atau prestasi akan dijauhi oleh lingkungan sosialnya jika orang-orang yang ada di dalamnya merasa terancam karena merasa tidak bisa mengimbangi pencapaian orang tersebut.

Penyebab Tall Poppy Syndrome

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab fenomena tall poppy syndrome pada seseorang. Berikut ini macam-macam penyebabnya:

1. Kecemburuan Sosial

Salah satu faktor utama syndrome ini bisa terjadi karena seseorang memiliki kecemburuan terhadap kesuksesan orang lain. Seseorang yang kurang berhasil tersebut kemudian menjauhi orang yang berhasil dengan memberikan kritik bankah sampai merendahkan pencapaiannya. 

2. Diskriminasi Gender dan Ras

Perempuan seringkali dikucilkan jika lebih berhasil daripada laki-laki dan hal ini bukan lagi menjadi fenomena yang baru. Banyak sekali tempat yang dimana perempuan kurang dihargai bahkan mengalami diskriminasi gender baik di lingkungan sosial masyarakat, lingkungan kerja, maupun lingkungan pendidikan jika jauh lebih sukses dari laki-laki.

Banyak sekali penelitian yang menyatakan jika perempuan lebih sedikit mendapatkan dukungan daripada laki-laki sebab dalam tradisi beberapa masyarakat patriarki masih sangat kental terjadi yang dimana perempuan tidak boleh unggul daripada laki-laki.

3. Budaya Kompetitif

Terkadang lingkungan membuat seseorang harus bisa bersikap kompetitif karena ada target dan tantangan yang harus bisa dipenuhi. Inilah yang menyebabkan terkadang seseorang harus memiliki pikiran buruk dengan menyingkirkan orang yang bersinar agar dirinya bisa terlihat jauh lebih baik di mata orang lain.

Cara Mengatasi Tall Poppy Syndrome

Agar seseorang tidak merasa keberadaannya menjadi saingan bagi orang lain, maka ia harus bisa menghindari hal tersebut. Berikut ini adalah cara mengatasi tall poppy syndrome:

1. Mencari Lingkungan yang Mendukung

Seseorang harus bisa mendapatkan lingkungan yang mendukung sehingga memiliki visi dan misi yang sama. Hal ini sangat diperlukan agar seseorang tidak merasa menjadi saingan bagi orang lain.

Lingkungan yang mendukung tidak akan membuat seseorang menjadi terancam karena mereka yang memiliki tujuan sama bukan menganggap orang lain menjadi saingan melainkan saling menghargai dan memberikan apresiasi satu sama lainnya.

2. Mengembangkan Pola Pikir yang Positif

Agar seseorang tidak merasa menjadi saingan bagi orang lain, penting sekali untuk senantiasa mengembangkan pola pikir yang positif. Dengan mengembangkan pola pikir ini, maka tingkat rasa iri akan menjadi lebih berkurang.

3. Membantu Diri Sendiri dengan Terapi

Menghadapi tall poppy syndrome juga bisa dilakukan dengan terapi bersama tenaga yang profesional. Terapi ini akan memberikan dukungan sehingga membantu menjaga kesehatan mental dan dapat mengembalikan semangat serta rasa percaya diri seseorang.

Itulah tadi mengenai penyebab dan juga cara mengatasi tall poppy syndrome. Fenomena ini sangat umum terjadi di lingkungan sekitar kita atau menimpa diri kita sendiri. Kuncinya yaitu kita harus berada di tempat dimana kita bisa dihargai dan di dukung sehingga rasa percaya diri itu akan selalu ada. 

Jangan sampai justru kita menjadi pelaku yang mengucilkan atau menjatuhkan semangat orang lain dalam meraih mimpinya. Kita tidak pernah tau seberapa besar dan berat perjuangannya dalam meraih itu semua.

Baca Juga: Brain Rot: Bahaya Sering Menonton Konten Receh di Medsos dan 5 Cara Mengatasinya!

Penulis: Suci Wulandari

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here