HomeBeritaDampak Perang Israel-Amerika vs Iran, Harga BBM hingga Bahan Pokok di Indonesia...

Dampak Perang Israel-Amerika vs Iran, Harga BBM hingga Bahan Pokok di Indonesia Terancam Naik

Date:

Related stories

Bolehkah Anak Berqurban untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal? Ini Jawabannya!

Suara Online - Menjelang Hari Raya Idul Adha, banyak...

Hewan Qurban Jenis Ini Paling Banyak Dicari Warga Tahun 2026

Suara Online – Aktivitas pencarian hewan qurban mulai terlihat...

Jangan Asal Beli! Ini Tips Memilih Hewan Kurban Berkualitas 2026

Suara Online – Jangan asal membeli hewan kurban. Simak...
spot_imgspot_img

Suaraonline.com – Eskalasi konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran berpotensi membawa dampak luas, termasuk terhadap perekonomian Indonesia. Jika ketegangan berujung pada penutupan jalur strategis perdagangan global, tekanan terhadap harga energi dan logistik dalam negeri diperkirakan meningkat.

Salah satu jalur krusial yang menjadi sorotan adalah Selat Hormuz. Penutupan selat tersebut dapat mengganggu distribusi minyak dunia dan mendorong harga minyak mentah global melonjak hingga di atas US$120 per barel. Lonjakan ini secara langsung berimbas pada harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Kenaikan harga minyak mentah berpotensi memperberat beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), khususnya pada sektor subsidi energi. Jika subsidi tidak mampu menahan tekanan, penyesuaian harga BBM dalam negeri menjadi risiko yang harus diantisipasi.

Dari sisi logistik, gangguan jalur perdagangan memaksa kapal memutar rute lebih jauh, misalnya melalui wilayah Afrika. Kondisi ini meningkatkan ongkos kirim dan premi asuransi. Kenaikan biaya tersebut akan berdampak pada tarif angkutan barang, termasuk transportasi darat.

Naikan harga solar hingga 20 persen dapat mendorong ongkos angkut naik sampai 8 persen. Dampaknya, biaya distribusi barang kebutuhan pokok ikut meningkat. Selain itu, kenaikan harga bahan baku impor juga berpotensi memaksa pelaku usaha menaikkan harga jual produk kepada masyarakat.

Tekanan berlapis ini berisiko memicu inflasi, terutama pada sektor pangan dan barang konsumsi. Jika konflik berlangsung dalam waktu lama, dampaknya terhadap stabilitas harga dan daya beli masyarakat Indonesia diperkirakan semakin terasa.

Dilansir dari @kumparan, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menanggapi mengenai dampak perang ini terhadap perekonomian Indonesia. Beliau mengklaim jika Indonesia sudah mengantongi beberapa alternatif suplai minyak, salah satunya kerja sama dengan Amerika melalui kesepakatan tarif.

Airlangga juga menambahkan jika konflik Iran-Israel ini, sudah berdampak dengan naiknya harga BBM di Indonesia. 

“Harga BBM otomatis akan naik, sebagaimana saat perang Ukraina, tapi kali ini suplay dari Amerika Serikat dan Opec meningkatkan kapasitasnya,” tutupnya dilansir dari video pendek @Kumparan.

Pemerintah diharapkan dapat menyiapkan langkah nyata untuk menjaga kestabilan harga serta melindungi masyarakat dari lonjakan biaya hidup akibat gejolak geopolitik global.

Editor: Annisa Adelina Sumadillah.

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here