Home Blog Page 4

Tekanan Global Bikin Rupiah Kembali Tersungkur

Suara Online – Nilai tukar rupiah kembali melemah di tengah meningkatnya tekanan ekonomi global. Pada perdagangan hari ini, rupiah berada di level Rp16.450 per dolar AS, mendekati titik terlemah sejak krisis pandemi.

Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah, mengatakan penguatan dolar AS menjadi faktor utama pelemahan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. “Pasar masih menunggu arah kebijakan suku bunga AS,” ujarnya.

Selain faktor eksternal, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah juga dinilai memicu gejolak pasar keuangan dunia. Investor cenderung menarik dana dari aset berisiko dan beralih ke dolar AS.

Bank Indonesia memastikan stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga. Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan pihaknya telah melakukan langkah stabilisasi melalui intervensi pasar valas dan operasi moneter.

“Koordinasi dengan pemerintah terus diperkuat untuk menjaga kepercayaan pasar,” kata Perry.

Pengamat pasar modal Hans Kwee menilai pelemahan rupiah dapat berdampak pada sektor usaha yang memiliki utang dalam dolar AS. Menurutnya, beban pembayaran akan meningkat apabila nilai tukar terus melemah.

Meski demikian, beberapa sektor eksportir diperkirakan justru memperoleh keuntungan dari kondisi tersebut. Pelemahan rupiah membuat produk ekspor Indonesia menjadi lebih kompetitif di pasar internasional.

Pemerintah berharap kondisi pasar keuangan global segera membaik agar tekanan terhadap rupiah dapat mereda dalam waktu dekat.

Baca Juga : Rupiah Terpuruk, Harga Impor Diprediksi Naik

Rupiah Terpuruk, Harga Impor Diprediksi Naik

Suara Online – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan berdampak pada kenaikan harga barang impor. Rupiah tercatat berada di kisaran Rp16.300 per dolar AS pada perdagangan akhir pekan ini.

Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, Fithra Faisal, mengatakan depresiasi rupiah akan meningkatkan biaya impor, terutama untuk sektor pangan dan energi. “Jika berlangsung lama, tekanan inflasi domestik bisa meningkat,” ujarnya.

Kondisi tersebut mulai dirasakan pelaku industri manufaktur yang masih bergantung pada bahan baku impor. 

Ketua Gabungan Pengusaha Elektronik menyebut beberapa perusahaan telah menyesuaikan strategi produksi untuk mengurangi risiko kerugian akibat fluktuasi kurs.

Di sisi lain, Bank Indonesia menilai pelemahan rupiah masih dipengaruhi faktor eksternal, termasuk penguatan dolar AS secara global. “Kami terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar,” kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti.

Analis mata uang Lukman Leong menjelaskan pasar saat ini masih dibayangi kekhawatiran perlambatan ekonomi dunia. Menurutnya, investor global memilih menempatkan dana pada instrumen berdenominasi dolar AS yang dianggap lebih aman.

Pemerintah optimistis tekanan terhadap rupiah bersifat sementara. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat menopang stabilitas pasar.

“Kinerja ekspor tetap baik dan investasi masih tumbuh positif,” katanya.

Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi kenaikan harga kebutuhan pokok akibat pelemahan mata uang nasional tersebut.

Baca Juga : Rupiah Melemah ke Level Terendah dalam Empat Tahun

Rupiah Melemah ke Level Terendah dalam Empat Tahun

Suara Online – Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. 

Berdasarkan data pasar spot, rupiah ditutup melemah hingga menembus level Rp16.400 per dolar AS. Pelemahan ini dipicu oleh sentimen global, terutama tingginya suku bunga acuan The Federal Reserve.

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengatakan tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi arus modal asing yang keluar dari pasar negara berkembang. “Investor cenderung mencari aset aman di tengah ketidakpastian global,” ujarnya.

Sementara itu, Bank Indonesia menegaskan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas dan obligasi. 

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut pelemahan rupiah masih relatif terkendali dibanding mata uang negara lain di kawasan Asia.

“Fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dengan inflasi rendah dan cadangan devisa memadai,” kata Perry dalam konferensi pers.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai tekanan terhadap rupiah berpotensi berlanjut apabila tensi geopolitik global meningkat. Menurutnya, kondisi tersebut membuat permintaan dolar AS semakin tinggi.

Pelaku usaha juga mulai mengkhawatirkan dampak pelemahan rupiah terhadap biaya impor bahan baku. 

Ketua Apindo menyebut kenaikan kurs dapat memicu biaya produksi lebih mahal dan berpengaruh pada harga barang di dalam negeri.

Pemerintah memastikan akan terus memantau perkembangan pasar keuangan guna menjaga stabilitas ekonomi nasional. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan koordinasi fiskal dan moneter terus diperkuat agar gejolak eksternal tidak berdampak besar pada perekonomian domestik.

Resmi Diberangkatkan! Ekspedisi Qur’an Bawa 12.000 Mushaf untuk Masyarakat Tulang Bawang

Semarang – Yayasan Alfatihah Semarang resmi memberangkatkan Program Ekspedisi Qur’an menuju Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, pada Rabu (06/05/2026). Sebanyak 12.000 mushaf Al-Qur’an diangkut menggunakan dua truk untuk menempuh perjalanan lintas pulau dari Semarang menuju Sumatera.

Pemberangkatan ini menjadi babak baru dari komitmen Yayasan Alfatihah dalam mendistribusikan mushaf hingga ke pelosok Nusantara. Konvoi melintasi jalur darat dan menyeberangi Selat Sunda sebelum akhirnya tiba di Tulang Bawang keesokan harinya.

Disambut Langsung oleh Bupati Tulang Bawang

Setibanya di lokasi, rombongan Ekspedisi Qur’an disambut dalam kegiatan Serah Terima Hibah Al-Qur’an yang digelar di Rumah Dinas Bupati Tulang Bawang, Kamis (07/05/2026). Bupati Tulang Bawang, Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M., hadir langsung menerima hibah tersebut sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah.

Sebanyak 12.000 mushaf yang diserahkan akan didistribusikan ke 151 kampung dan kelurahan se-Kabupaten Tulang Bawang. Penyaluran mencakup masjid, pondok pesantren, majelis taklim, serta lembaga pendidikan keagamaan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Qudrotul Ikhwan menyampaikan terima kasih atas kontribusi nyata Yayasan Alfatihah Semarang bagi masyarakat Tulang Bawang.

“Ini bukan sekadar bantuan Al-Qur’an, tetapi ikhtiar bersama untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dan membangun generasi yang berakhlakul karimah. Saya berharap Al-Qur’an ini benar-benar dibaca, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Bupati.

Komitmen Distribusi Merata hingga Pelosok Kampung

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang akan memastikan seluruh mushaf tersalurkan secara merata hingga ke kampung-kampung agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga pembangunan moral, karakter, dan spiritual sebagai pondasi utama kemajuan Tulang Bawang.

“Kita ingin Tulang Bawang tidak hanya maju dalam pembangunan, tetapi juga kuat dalam nilai religius dan kehidupan bermasyarakat. Karena daerah yang kuat lahir dari masyarakat yang memiliki iman, akhlak, dan kepedulian,” tegasnya.

Sinergi Lembaga Sosial dan Pemerintah Daerah

Penyerahan hibah ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga sosial keagamaan dalam membangun generasi yang religius, berakhlak, dan cinta Al-Qur’an.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang terus memperkuat semangat pembangunan menuju visi Tulang Bawang UDANG MANIS Unggul, Damai, Aman, Nyaman, Guyub, Mandiri, Agamis, Natural, Inovatif, dan Sejahtera.

Sambut Iduladha, Qurban Alfatihah Pilih Cara Kreatif untuk Edukasi Pentingnya Berkurban

Semarang – Menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, penyedia layanan hewan kurban Qurban Alfatihah menghadirkan kampanye promosi kreatif yang sukses mencuri perhatian masyarakat Kota Semarang. Melalui konsep unik dan menghibur, rombongan orang berkostum domba terlihat berkeliling kota menggunakan mobil pikap sambil membawa pesan-pesan persuasif tentang pentingnya berkurban.

Aksi tersebut menjadi tontonan menarik bagi warga yang melintas di sejumlah ruas jalan protokol Kota Semarang. Para peserta mengenakan kostum menyerupai domba dengan dominasi warna putih serta detail wajah hitam yang dibuat menyerupai hewan kurban sungguhan. Di bagian sisi kendaraan, terpampang spanduk bertuliskan ajakan berkurban dengan gaya sindiran ringan namun mengena, seperti menyentil fenomena masyarakat yang mampu membeli barang mewah tetapi belum menunaikan ibadah kurban.

Kegiatan promosi ini tidak hanya menjadi media pemasaran, tetapi juga sarana edukasi sosial dengan pendekatan yang lebih segar dan dekat dengan masyarakat. Di tengah maraknya promosi konvensional, Qurban Alfatihah mencoba menghadirkan kampanye yang mampu membangun kesadaran sekaligus hiburan publik.

Momen menarik terjadi saat rombongan tersebut diberhentikan oleh petugas dari Polrestabes Semarang. Awalnya situasi tampak serius, namun suasana berubah cair ketika polisi berinteraksi langsung dengan para “domba” yang hanya menjawab pertanyaan menggunakan suara khas “mbek”. Percakapan singkat bernuansa humor tersebut mengundang gelak tawa masyarakat sekitar dan memperlihatkan sisi humanis aparat dalam menyikapi kegiatan kreatif masyarakat selama tetap mematuhi aturan lalu lintas.

Petugas kepolisian tetap memberikan imbauan terkait keselamatan berkendara dan pentingnya menjaga ketertiban di jalan raya sebelum akhirnya mempersilakan rombongan melanjutkan perjalanan. Interaksi tersebut justru menjadi daya tarik tambahan yang membuat video kampanye ini semakin ramai diperbincangkan di media sosial.

Respons masyarakat pun terpantau sangat positif. Banyak warga terlihat tersenyum, melambaikan tangan, hingga mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam mereka. Tidak sedikit pula pengguna jalan yang memberikan dukungan terhadap konsep promosi yang dinilai kreatif, lucu, sekaligus membawa pesan religius menjelang Iduladha.

Melalui kampanye ini, Qurban Alfatihah berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ibadah kurban sekaligus memperkenalkan layanan penyediaan hewan kurban yang amanah dan terpercaya. Dengan pendekatan kreatif yang menghibur, pesan tentang semangat berbagi dan kepedulian sosial di momentum Iduladha diharapkan dapat tersampaikan lebih luas kepada masyarakat.

Makjegagigs Vol 03 : Mahasiswa Ilkom Udinus Gebrak Mall Citraland dengan Kreativitas Bisnis Musik

Mahasiswa Ilkom Udinus sukses gelar Makjegagigs 2026 di Mall Citraland Semarang. Event luaran mata kuliah Komunikasi Musik ini menjadi ajang unjuk portofolio kreatif”

Semarang – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro kembali membuktikan eksistensinya dalam mencetak talenta kreatif melalui gelaran Makjegagigs. Event yang merupakan luaran dari mata kuliah pilihan Komunikasi Musik ini sukses memadati area Mall Citraland Semarang pada 14 Maret 2026. Selama empat jam penuh, para pengunjung disuguhi berbagai penampilan musik yang energetik dan profesional dari mahasiswa semester 4 Ilkom Udinus sehingga suasana menjadi meriah dan penuh antusiasme.

Acara ini tidak hanya menampilkan performa musik, tetapi juga menjadi tempat bagi mahasiswa untuk mempraktikkan manajemen event secara utuh. Mahasiswa terlibat aktif dalam berbagai peran, mulai dari penampil solo, duo, hingga grup band. Selain di atas panggung, tim promosi, Event Organizer (EO), hingga Master of Ceremony (MC) seluruhnya dikelola secara mandiri oleh mahasiswa. Hal ini menunjukkan kematangan skill manajerial yang diasah di bangku perkuliahan.

Keberhasilan Makjegagigs 2026 tak lepas dari semangat kolaborasi lintas disiplin ilmu di internal Ilkom Udinus. Acara ini mengintegrasikan materi dari beberapa mata kuliah sekaligus, yakni Komunikasi Musik, Public Speaking, dan Industri Budaya Media. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman holistik bagi mahasiswa dalam menghadapi realitas industri kreatif, di mana kemampuan berbicara di depan publik dan pemahaman terhadap tren budaya media menjadi kunci sukses sebuah pertunjukan.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Udinus, Dr. Lisa Mardiana, M.I.Kom, memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian ini. Menurutnya, prodi selalu berupaya mewadahi dan mendorong mahasiswa agar mampu mencetak portofolio yang nyata selama masa studi.

“Makjegagigs menjadi implementasi praktis bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman lapangan yang komprehensif. Hal ini krusial dalam membentuk kesiapan mental serta kompetensi teknis mereka sebelum bertransformasi ke dalam ekosistem industri musik dan bisnis kreatif yang kompetitif. Kami juga mendorong mahasiswa untuk terus mencetak portofolio kreatif sejak dini, ini dilakukan oleh mahasiswa semester empat dan disupport oleh mahasiswa semester dua, sehingga mereka terbiasa produktif dan mampu membaca peluang di bisnis musik,”jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, pengampu mata kuliah Komunikasi Musik, Swita Amallia Hapsari, M.I.Kom, mengungkapkan rasa bangganya atas konsistensi event ini.

“Makjegagigs volume 03 ini jadi bukti nyata bahwa mahasiswa konsisten dan berkomitmen untuk berekspresi dan berkarya secara produktif karena terus berjalan. Dukungan optimal dari Kaprodi, teman-teman dosen, sampai mahasiswanya juga menjadi faktor utama agenda ini bisa selalu meriah. Semangat sinergi antara dosen dan mahasiswa berinovasi di bidang ekonomi kreatif jadi pemicu event ini terus hadir dan berjalan,”jelasnya.

Panggung Makjegagigs 2026 dimeriahkan oleh deretan performer berbakat yang tampil memukau. Penonton dihibur oleh penampilan duo Nad x Kev dan Thaya x Icha, serta suara merdu penyanyi solo pria Brilio Andri dan penyanyi solo wanita Farradins. Suasana semakin memanas dengan aksi panggung dari SMCR, grup band kolaborasi unik antara dosen dan mahasiswa prodi Ilkom Udinus. Selain itu ada pula band dari Paw Patrol, dan Tabrax.

Kemeriahan acara mencapai puncaknya saat Tumble Band, grup band mahasiswa yang dinamis, tampil sebagai penutup rangkaian acara. Penampilan mereka berhasil mengunci perhatian pengunjung Mall Citraland Semarang hingga menit terakhir. Dengan suksesnya Makjegagigs kali ini, Ilmu Komunikasi Udinus kembali mempertegas posisinya sebagai program studi yang progresif dalam menjembatani teori akademik dengan praktik industri musik yang relevan dan kekinian.

Promosi Kreatif Qurban Alfatihah, Santri Gen Z Ramaikan CFD Simpang Lima dengan Kostum Domba

Semarang — Suasana Simpang Lima Semarang pada Minggu pagi (19/4/2026) tampak berbeda dari biasanya. Sebanyak 10 santri dari program pesantren peternakan Alfatihah tampil mencuri perhatian dengan mengenakan kostum domba saat kegiatan Car Free Day (CFD).

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi promosi kreatif Qurban Alfatihah dalam menyambut Iduladha. Para santri tidak hanya berjalan menyapa warga, tetapi juga menghibur pengunjung dengan penampilan yang unik dan interaktif di area CFD.

Dengan membawa kardus bertuliskan “Dicari orang yang mau foto” serta “Jangan lupa tag Qurban Alfatihah”, para santri mengajak masyarakat untuk berinteraksi secara langsung. Warga yang sedang berolahraga maupun berwisata tampak antusias berfoto bersama, sekaligus meramaikan suasana akhir pekan.

Konsep ini dinilai sebagai pendekatan promosi yang segar, khususnya karena digerakkan oleh santri generasi muda (Gen Z). Interaksi langsung di ruang publik menjadi salah satu cara efektif untuk memperkenalkan program Qurban Alfatihah kepada masyarakat.

“Sebenarnya kegiatan CFD pakai kostum domba ini tujuannya buat ngingetin masyarakat kalau Iduladha sudah dekat. Sekalian juga jadi cara kami buat ngenalin dan memperkuat branding Qurban Alfatihah,” ujar Haikal, salah satu santri yang mengenakan kostum domba.

Respons warga pun terlihat positif terhadap kegiatan tersebut.

“Unik dan seru, tadi saya langsung tertarik untuk foto. Dari situ juga jadi tahu ada program qurban dari Alfatihah,” kata salah satu pengunjung CFD.

Melalui suasana yang santai dan menyenangkan, para santri menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung CFD, sekaligus memperluas jangkauan informasi program kurban kepada masyarakat.

Kegiatan ini menjadi contoh bagaimana strategi promosi dapat dikemas secara kreatif dan relevan dengan kebiasaan masyarakat saat ini, khususnya melalui pendekatan langsung di ruang publik.

Menuju Era Baru: Refleksi Kritis 66 Tahun PMII di Tengah Erosi Intelektual

Suara Online – Memasuki usia ke-66, bukan sekadar penanda panjangnya umur organisasi, melainkan cermin atas perjalanan ideologis, intelektual, dan praksis gerakan yang telah ditempuh.

Didirikan pada 17 April 1960 di Surabaya, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) lahir dari rahim sejarah yang sarat dengan pergulatan pemikiran, tarik-menarik ideologi, serta kegelisahan terhadap kondisi umat dan bangsa.

Namun, pada momentum hari lahir ke-66 ini, perayaan seharusnya tidak berhenti pada seremoni. Justru, ini saat yang tepat untuk menggeser arah menuju refleksi kritis.

Sebab, sejarah besar yang dimiliki PMII tidak otomatis menjamin relevansi di masa kini. Tanpa refleksi yang jujur dan keberanian untuk berbenah, romantisme sejarah justru berpotensi menjadi jebakan stagnasi.

Tidak dapat dimungkiri, PMII memiliki warisan historis yang kuat. Keterlibatannya dalam dinamika sosial-politik bangsa, kontribusi kader di berbagai sektor, serta kedekatannya dengan tradisi keislaman Ahlussunnah wal Jamaah menjadi fondasi identitas yang kokoh.

Namun demikian, generasi penerus kerap terjebak dalam “kesadaran yang dibekukan”, yakni kecenderungan mengulang masa lalu tanpa mempertimbangkan konteks zaman.

Di sisi lain, pragmatisme organisasi juga menjadi tantangan serius. Sebagian kader terjebak dalam orientasi kekuasaan jangka pendek, baik dalam politik kampus maupun relasi dengan kekuasaan eksternal.

Fenomena ini dapat dibaca melalui perspektif Max Weber tentang rasionalitas instrumental, di mana tindakan lebih didorong oleh perhitungan untung-rugi daripada nilai.

Ketika rasionalitas ini mendominasi, idealisme gerakan akan terkikis dan organisasi berpotensi kehilangan arah ideologisnya.

Kemunduran lain yang tak kalah krusial adalah melemahnya tradisi intelektual. PMII yang dahulu dikenal dengan kultur diskusi, kajian kitab, serta produksi wacana kritis, kini menghadapi tantangan serius dalam mempertahankan tradisi tersebut.

Minimnya budaya membaca dan rendahnya produktivitas menulis menjadi indikator yang tidak bisa diabaikan.

Dalam hal ini, Antonio Gramsci menekankan pentingnya kehadiran “intelektual organik”, yakni individu yang mampu mengartikulasikan realitas sosial sekaligus menggerakkan kesadaran kolektif.

Tanpa basis intelektual yang kuat, kader PMII akan kesulitan memainkan peran strategis sebagai agen perubahan.

Alih-alih menjadi motor transformasi, organisasi justru berisiko terjebak dalam aktivisme tanpa arah.

Lantas, apa yang dimaksud dengan “era baru” PMII?

Jika dimaknai sebagai semangat pembaruan, maka “era baru” menuntut keberanian untuk membongkar kebiasaan lama yang tidak lagi relevan. Ia tidak cukup hadir sebagai jargon, tetapi harus diwujudkan dalam perubahan paradigma, reformasi sistem kaderisasi, serta penegasan ulang orientasi gerakan.

Tanpa langkah konkret tersebut, “era baru” hanya akan menjadi kosmetik organisasi terlihat indah di permukaan, namun rapuh dalam praktik.

Yayasan Alfatihah Gelar Raker Evaluasi Ramadhan dan Halal Bihalal 2026 di Hotel Candi Indah

Semarang — Yayasan Alfatihah menyelenggarakan rapat kerja (raker) evaluasi Ramadhan dan Halal Bihalal 2026 selama dua hari, Senin hingga Selasa, 13–14 April 2026, di Hotel Candi Indah. 

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran manajer dari Yayasan Alfatihah, Almadinah Group, serta Yayasan Rumah Anak Surga.

Pada hari pertama, acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan halaqah dan pembukaan. 

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta penyampaian materi insight dan arah strategis yayasan oleh Founder Yayasan Alfatihah, Sono Prabowo.

Memasuki sesi inti, peserta mengikuti rangkaian presentasi evaluasi program Ramadhan, mulai dari distribusi zakat fitrah, fundraising Al-Qur’an, hingga program sosial lainnya.

Selain itu, turut dipaparkan laporan dari berbagai divisi seperti data analyst, accounting, HRD, hingga media dan sosial media. Diskusi berlangsung aktif sebagai bentuk evaluasi menyeluruh terhadap capaian dan tantangan selama Ramadhan.

Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada pemaparan kinerja cabang serta perumusan rencana strategis yayasan ke depan. 

Sesi ini meliputi diskusi kinerja cabang, insight kepemimpinan, serta forum perumusan rencana jangka panjang tiga, lima, hingga sepuluh tahun.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi penutup dan persiapan kepulangan peserta. Melalui raker ini, Yayasan Alfatihah berharap dapat memperkuat sinergi antarunit serta merumuskan langkah strategis yang lebih terarah.

Komitmen untuk terus menghadirkan program yang berdampak luas bagi masyarakat menjadi fokus utama dalam setiap hasil evaluasi yang dihasilkan selama kegiatan berlangsung.

Pemkab Blora dan Yayasan Alfatihah Salurkan 16.000 Mushaf Al-Qur’an Gratis untuk Masyarakat

Blora, 6 April 2026 — Pemerintah Kabupaten Blora bersama Yayasan Alfatihah menyalurkan mushaf Al-Qur’an gratis kepada masyarakat sebagai bagian dari program penguatan literasi keagamaan. Program ini ditargetkan mencapai 16.000 mushaf dan didistribusikan secara bertahap di seluruh wilayah Kabupaten Blora.

Pada tahap awal, sebanyak 5.680 mushaf telah disalurkan kepada masyarakat. Ke depan, distribusi akan dilakukan secara merata ke seluruh kecamatan, dengan alokasi sekitar 1.000 mushaf per kecamatan yang akan disalurkan ke masjid dan musala.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini, serta Pembina Yayasan Alfatihah H. Bambang Eko Purnomo, S.E., S.H., M.M., bersama para camat se-Kabupaten Blora.

Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Alfatihah atas kontribusinya dalam mendukung program keagamaan di daerah. Ia juga menyebutkan adanya dukungan lebih besar dari yayasan dalam bentuk total bantuan mushaf.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Alfatihah atas bantuan mushaf Al-Qur’an yang diberikan. Ini merupakan langkah yang sangat baik dan diharapkan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini diharapkan dapat meningkatkan semangat masyarakat dalam membaca dan memahami Al-Qur’an, serta menjadi amal jariyah bagi pihak yang terlibat.

Sementara itu, Pembina Yayasan Alfatihah Bambang Eko Purnomo berharap program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Blora, tetapi juga memiliki nilai keberkahan yang luas.

“Blora sebagai wilayah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur diharapkan dapat menjadi titik penyebaran manfaat, sehingga program ini tidak hanya dirasakan secara lokal, tetapi juga membawa pahala dan keberkahan yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis mushaf Al-Qur’an dari Yayasan Alfatihah kepada Bupati Blora, yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama para camat se-Kabupaten Blora sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran distribusi program ini.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan penyaluran mushaf Al-Qur’an dapat menjangkau lebih luas masyarakat, khususnya di masjid, musala, serta lingkungan pendidikan, guna mendukung terwujudnya masyarakat yang religius dan berakhlak mulia.