Home Blog Page 36

Gabung Tren “At Least”, Habib Ja’far Tuai Pujian Warganet

Suaraonline.com – Husein Ja’far Al Hadar atau lebih dikenal dengan nama Habib Ja’far, tengah mencuri perhatian publik karena aksinya yang ikut meramaikan tren “At Least” yang sedang ramai di media sosial. 

Tren yang isinya membandingkan suatu kondisi dan terdapat sisi positif yang masih bisa disyukuri. Cara bermainnya yaitu dengan menambahkan kata “at least” di awal kalimat. Banyak influencer serta anak muda yang membuat tren tersebut. 

Tak ingin ketinggalan yang sedang viral, Habib Ja’far ikut meramaikan tren tersebut yang kemudian diunggah pada platform tik tok dengan video berdurasi singkat. Keikutsertaannya dalam tren tersebut berhasil menuai pujian dan respon positif dari warganet. 

Habib Ja’far menggandeng pemuka agama Budha untuk mengikuti tren tersebut. Video yang diunggah tersebut diberi caption “At Least, Kita Berbeda Tapi Bersama. Stak!”, dalam video tersebut mereka saling roasting satu sama lain. Namun siapa sangka, aksi nya tersebut membuat warganet tertawa dan merasakan indahnya toleransi. 

Video tersebut ramai dengan berbagai komentar lucu dan positif. Pembawaannya yang lucu dengan menyebutkan sisi lemah masing-masing membuat warganet mengapresiasi aksi keduanya. Video berdurasi singkat itu mengandung makna yang dalam, warganet ramai yang meminta untuk Habib Ja’far mengajak tokoh lain untuk ikut tren tersebut. 

Karena ramainya permintaan dan pembawaan yang seru di video sebelumnya, Beliau akhirnya mengunggah video baru bersama Ustadz dari Muhammadiyah. Video terbarunya yang diberi judul “Habib & Muhammadiyah” juga ramai dengan pujian. 

Seperti yang kita tahu bahwa di Indonesia terdapat banyak organisasi Islam yang tujuannya sama untuk memajukan Islam. Dua organisasi Islam terbesar dan berpengaruh di Indonesia yaitu NU dan Muhammadiyah seringkali berselisih akibat perbedaan keduanya dalam praktik keagamaan, manhaj, perhitungan puasa dan lebaran, serta masih banyak lagi. 

Video tersebut berisi tentang hal-hal yang sering diperdebatkan umat muslim di Indonesia, seperti jumlah rakaat tarawih, ziarah kubur, perhitungan hari besar, dan beberapa perbedaan lainnya. Lagi-lagi video yang dibawakan membuat warganet terkagum, karena kedua nya seperti menyampaikan jika perbedaan itu bukan masalah yang besar. 

Habib Ja’far dan Komentar Warganet

Dua video unggahan tersebut menuai banyak pujian, komentar lucu dari para warganet. Tidak sedikit yang berkomentar dan memuji gaya berdakwahnya melalui hal yang trending dan sedang populer. Menurut mereka, cara dakwah beliau membuktikan jika dakwah bisa dilakukan dengan cara yang santai dengan memanfaatkan tren yang ada. 

Dikenal sebagai sosok pendakwah yang aktif di media sosial, kerap menggunakan pendekatan dialog, humor anak muda, serta isu-isu terkini. Media sosial merupakan tempat yang strategis sebagai media berdakwah untuk menyebarkan pesan kebaikan, toleransi, dengan cara yang relevan.

Tren “At Least” yang diikuti oleh beliau bukan hanya untuk mengikuti tren viral melainkan dimanfaatkan untuk menyampaikan dakwah dan toleransi terhadap sesama. Beliau juga dikenal sebagai pemuka agama yang memiliki sikap toleransi yang tinggi, terlihat dari video podcast nya yang kerap mengundang bintang tamu dengan agama yang berbeda. 

Warganet berharap agar semua pemuka agama terutama pemuka agama Islam dapat mengikuti cara Habib Ja’far dalam berdakwah. Cara yang adaptif, inklusif, dan penuh empati sangat dibutuhkan oleh masyarakat di era digital seperti ini. 

Baca Juga: Aurélie Moeremans Ungkap Jadi Korban Child Grooming Sejak Usia 15 Tahun Lewat Buku Broken Strings

Penulis: Lintang Suryaningrum

Suasana Hangat Ramadhan di Gaza, Meski Jurnalis Dilarang dan Medis Terdesak

Suaraonline.com – Di tengah konflik yang berkepanjangan di Gaza, suasana buka puasa Ramadhan 1447 Hijiriyah tetap menyimpan momen-momen hangat yang menyentuh. 

Di balik reruntuhan bangunan, suara adzan Maghrib tetap berkumandang dan keluarga Palestina berkumpul untuk berbuka puasa bersama dengan iftar sederhana yang tersedia, menunjukkan keteguhan iman dan harapan di tengah situasi yang penuh tantangan.

Namun suasana humanis ini berjalan beriringan dengan realitas yang jauh dari normal. Akses media internasional ke Gaza semakin dibatasi. Organisasi seperti Foreign Press Association menuntut Israel mengakhiri larangan bagi jurnalis memasuki wilayah Gaza, memperjuangkan kebebasan pers agar dunia bisa melihat langsung apa yang terjadi di lapangan.

Pembatasan akses ini terjadi dalam latar konflik yang terus menimbulkan korban dari kalangan wartawan itu sendiri. 

Laporan terbaru menunjukkan ratusan jurnalis tewas saat menjalankan tugas di Gaza pada 2025, dengan sebagian besar menjadi korban konflik tersebut sebuah indikator betapa tinggi risiko bagi insan pers yang mencoba melaporkan situasi dari dalam wilayah yang terkepung.

Situasi medis pun tidak kalah krisisnya. Beberapa organisasi medis internasional telah menghadapi tuntutan baru dari pihak berwenang Israel, termasuk kewajiban menyerahkan daftar personal secara detail, sebuah syarat yang dikhawatirkan akan memaksa mereka menghentikan operasi mereka di Gaza. 

Kondisi ini memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah berlangsung lama. Dalam perang yang telah menghancurkan sebagian besar infrastruktur di Gaza, akses terhadap makanan, air, dan layanan kesehatan menjadi semakin terbatas. Upaya internasional melalui seruan bantuan dan dukungan terus meningkat, namun tanpa akses penuh ke wilayah tersebut, bantuan sering terhambat.

Meski demikian, warga Gaza terus mencari momen kebersamaan dan ketenangan spiritual. Di beberapa kawasan, iftar bersama menjadi saat penting bagi keluarga dan tetangga untuk berbagi makanan, berbincang, dan sejenak melupakan dentuman konflik yang mengitari mereka. Suara doa dan tawa kecil anak-anak yang menunggu berbuka masih terdengar, meski latar belakangnya adalah kota-kota yang porak‑poranda dan kekurangan listrik maupun air.

Suasana buka puasa yang hangat ini menjadi simbol ketangguhan warga sipil Palestina, keteguhan yang bertahan bahkan saat tekanan keras dari luar begitu nyata. Kehidupan spiritual yang terus dijalani, seperti berbuka puasa bersama, bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi sebuah pernyataan harapan dalam konflik panjang yang terus berlangsung.

Walaupun tantangan datang dari pelarangan akses media dan terdesaknya tenaga medis serta krisis kemanusiaan yang belum menemukan akhir, semangat Ramadhan di Gaza tetap hidup. 

Cerita-cerita sederhana tentang kehangatan berbuka puasa di tengah kesulitan itulah yang memberi warna dan harapan di balik berita perang yang sering kali lebih keras terdengar daripada suara adzan di langit Gaza.

Editor: Annisa Adelina Sumadillah

Pentingnya Upgrade Diri, Inilah 10 Tips Menjadi High Value Woman!

Suaraonline.com – Di era seperti saat ini, seorang perempuan juga perlu untuk upgrade diri supaya lebih berkualitas. Tantangan di zaman modern yang semakin ketat, perempuan juga harus bisa mencapai kesuksesan sebagai inventaris jangka panjang di masa depan.

Upgrade diri artinya meningkatkan kualitas nilai yang ada dalam diri supaya lebih meningkat dari sebelumnya. Proses ini bagi setiap orang tentu saja berbeda-beda karena mempunyai hambatan tersendiri. 

Tips Memulai Upgrade Diri Bagi Perempuan

Perempuan juga harus mempunyai nilai yang tinggi agar berkualitas dan tidak sering diremehkan. Inilah tips memulai upgrade diri yang bisa diikuti:

1. Tentukan Tujuan Hidup

Untuk memulai upgrade diri, perempuan harus bisa menentukan tujuan hidupnya. Tujuan hidup akan bermanfaat agar hidup lebih terarah lagi kedepannya. Jadi sedari sekarang, bisa menentukan langkah-langkah yang akan diambil.

2. Kenali Diri Sendiri

Seorang perempuan harus bisa mengenali dirinya sendiri dengan baik mulai dari kelebihan dan kekurangan, hobby, minat, bakat, dan lain sebagainya. Setelah mengenali diri lebih dalam, perempuan baru bisa mengevaluasi setiap langkah yang sudah diambil.

3. Pelajari Cara Mengelola Keuangan

Ketika ingin upgrade diri, seorang perempuan juga harus pandai untuk mengelola keuangan agar nantinya tidak boros membeli kebutuhan yang tidak diperlukan. Menjadi perempuan yang berkualitas harus bisa memperhitungkan budget dan pengeluaran.

Selain itu, perempuan yang berkualitas juga akan lebih fokus mengenai kebutuhan dan pengeluaran di jangka panjang bukan hanya langsung menghabiskan tanpa tujuan yang jelas.

4. Mulai Hidup Sehat

Mulailah dengan menjaga pola hidup sehat seperti olahraga secara rutin, makan dan minum dengan bahan yang sehat, perbanyak konsumsi air putih, dan tidur cukup dengan kualitas yang baik untuk menjaga kebugaran. 

5. Berani Mengambil Resiko

Perempuan yang mau upgrade diri harus berani mengambil resiko dan keluar dari zona nyamannya. Perempuan tidak boleh takut gagal dan takut untuk mencoba. Perempuan harus bisa belajar hal baru dan berani berkembang dengan menerima tantangan.

7. Menjalin Relasi 

Mulai jalin relasi dengan orang-orang yang memiliki pengaruh dan keahlian lain. Hal itu akan sangat berguna untuk kehidupan. Belajar dari pengalaman orang lain akan membuat kita paham bahwa ilmu itu sangatlah luas dan banyak hal baru yang perlu dipelajari.

8. Luangkan Waktu Untuk Membaca

Membaca akan membuka jendela dunia. Dengan membaca, seseorang yang paham akan menjadi lebih paham dan yang tidak paham akan menjadi paham.

Dalam usaha untuk upgrade diri, maka kita tidak boleh bosan untuk meluangkan waktu membaca buku di setiap harinya. 

9. Merawat Diri

Sebagai seorang perempuan juga harus bisa merawat dirinya agar bisa tampil dengan baik. Perempuan yang merawat diri akan tampak lebih menarik dan berkualitas karena peduli terhadap dirinya.

Merawat diri seperti mandi 2 kali sehari, menggunakan skincare, memakai parfum, dan memakai make up untuk tampil lebih percaya diri.

10. Kejar Iman, Pendidikan, dan Karir

Untuk menjadi seorang perempuan yang berkualitas, cobalah untuk mulai fokus mengejar iman, pendidikan, dan karir yang stabil terlebih dahulu. Perempuan tanpa iman, pendidikan, dan karir akan mudah terpengaruh dan disibukkan oleh perasaannya dalam mengejar cinta.

Oleh sebab itu, jadilah perempuan yang menarik dengan cara yang berkualitas dengan mengejar tiga hal tersebut terlebih dahulu sebelum nantinya akan menikah dan membangun rumah tangga.

Itulah tadi tips memulai upgrade diri bagi perempuan. High value woman bisa dimiliki oleh perempuan manapun asalkan dia selalu berusaha untuk senantiasa mengembangkan dirinya tanpa harus menjatuhkan orang lain.

Perempuan yang berkualitas harus bisa menghargai sesama, memiliki empati yang tinggi, memiliki etika, menghargai integritas dan nilai hubungan serta tidak meremehkan orang lain dan sombong.

Baca Juga: Crab Mentality: 3 Tanda Kamu Sering Iri Karena Pencapaian Orang Lain!

Penulis: Suci Wulandari

Crab Mentality: 3 Tanda Kamu Sering Iri Karena Pencapaian Orang Lain!

Suaraonline.com – Fenomena crab mentality akhir-akhir menjadi banyak perbincangan di sosial media. Fenomena ini sebenarnya dapat kita jumpai di kehidupan sekitar kita, entah itu di kampus, sekolah, kantor, dan dimanapun.

Crab mentality dalam dunia psikologi dianggap dengan mental kepiting yang dimana seringkali iri terhadap pencapaian orang lain. Orang yang memiliki mental ini tidak bisa melihat orang lain sukses dan berhasil.

Apa itu Crab Mentality?

Crab mentality merupakan salah satu sifat yang dimiliki oleh seseorang yang iri hati dengan kesuksesan orang lain bahkan sampai menghalangi orang lain untuk mencapai kesuksesannya. 

Seseorang yang memiliki sifat ini biasanya hanya fokus terhadap pencapaian orang lain dan merasa tersaingi. Orang yang memiliki sifat crab mentality biasanya bisa terlihat dari ciri-ciri yang sering membicarakan aib orang lain.

Seseorang yang memiliki sifat ini juga selalu membandingkan dirinya dengan orang lain baik dari segi pencapaian maupun sifat. 

Tanda-tanda Mempunyai Crab Mentality

Seseorang yang memiliki crab mentality memiliki tanda-tanda yang bisa terlihat. Adapun beberapa tanda-tanda seseorang yang mempunyai crab mentality yaitu:

1. Iri Terhadap Keberhasilan Orang Lain

Seseorang yang memiliki sifat crab mentality akan terjebak oleh perasaannya sendiri karena iri dengan keberhasilan orang lain. Bukan merasa bangga atau semangat uprade diri justru akan mencari cara mencari kesalahan dan merendahkan orang lain yang disaingi.

2. Merasa Takut

Orang yang memiliki mental tersebut seringkali merasa takut, cemas, dan waspada. Hal tersebut bisa timbul karena ia merasa tidak dapat mencapai keberhasilan seperti orang yang disaingi.

Ia justru lebih fokus dengan memberikan kritik, menyebarkan berita hoax, bahkan aib dari orang yang disaingi agar tidak disukai oleh orang lain.

3. Menyimpan Dendam

Tak jarang orang yang memiliki crab mentality akan menyimpan dendam terhadap orang yang berhasil. Hal itu bisa tercipta karena ia tidak merasa mampu untuk berhasil sama seperti orang yang disaingi.

Cara Menghindari Crab Mentality

Mempunyai sifat crab mentality adalah hal yang tidak baik dan seharusnya dapat dihindari oleh setiap orang. Berikut ini cara menghindarinya:

1. Optimis dengan Kemampuan Diri Sendiri

Untuk mencapai keberhasilan, seseorang harus yakin terhadap kemampuan yang ia miliki. Hal tersebut bisa mendorong dan memotivasi seseorang untuk terus bangkit dan semangat dalam mencapai semua mimpinya.

Mulai tetapkanlah tujuan dalam hidup agar hidup semakin terarah dan matang dalam menentukan skala prioritas yang harus dicapai oleh diri sendiri.

2. Semangat Mengembangkan Diri

Seseorang harus bisa senantiasa semangat mengembangkan diri dan upgrade untuk belajar skill-skill baru. Hal tersebut akan sangat membantu untuk mencapai tujuan di masa depan. Cobalah hal-hal baru, kembangkan hobby, atau mulai belajar dengan orang yang paham.

Orang yang paham di bidangkan tentu akan sangat membantu dalam mendalami sesuatu yang ingin dipelajari sehingga lebih memudahkan untuk mengembangkan diri terhadap skill tersebut.

3. Rajin Melakukan Evaluasi Diri

Evaluasi diri pada setiap hal yang selesai dijalani akan sangat membantu kita untuk terus memperbaiki apa yang kurang di dalam diri. Kegagalan, komentar buruk dari orang lain, kritik, teguran, akan sangat membantu dalam pengembangan diri.

Hal tersebut agar kita mengetahui kekurangan dari dalam diri dan semangat untuk terus berproses serta berkembang dengan memiliki skill terbaru.

4. Berteman dengan Circle Positif

Lingkaran pertemanan yang positif akan sangat membantu untuk menghindari sifat crab mentality seseorang karena lingkungan pertemanan juga akan sangat mempengaruhi karakter orang lain.

Bertemanlah dengan orang yang memiliki sifat baik, semangat belajarnya tinggi, dan memiliki hal-hal positif lainnya. Energi itu menular, maka bergaulah juga dengan orang-orang yang selalu menyebarkan energi positif.

5. Jangan Mudah Putus Asa

Ketika menghadapi komentar buruk jangan jadikan hal tersebut sebagai sebuah tekanan namun jadikan hal tersebut sebagai sebuah pembelajaran yang berharga. Untuk menghindari crab mentality kita tidak boleh berputus asa untuk terus evaluasi diri.

Selain itu kita juga harus semangat terhadap hal-hal yang sedang diperjuangkan tanpa memandang ke belakang dan iri atas keberhasilan orang lain. Ubahlah mindset untuk terus berkembang dan belajar jauh lebih dari orang lain.

Itulah tadi mengenai pengertian, tanda-tanda, dan cara menghindari sifat crab mentality. Fokuskan dirimu pada tujuan daripada berkomentar buruk terhadap keberhasilan orang lain. 

Tetaplah berpegang teguh pada pendirian dan jangan sampai terpengaruh pada hal-hal negatif yang orang lain tularkan. Setiap orang memiliki waktunya sendiri untuk berhasil, yang terpenting adalah terus semangat untuk berjuang dan berdoa.

Baca Juga: 8 Tips Ampuh Mendapat Pekerjaan: Fresh Graduate Wajib Tahu!

Penulis: Suci Wulandari

Aurélie Moeremans Ungkap Jadi Korban Child Grooming Sejak Usia 15 Tahun Lewat Buku Broken Strings

Suaraonline.com – Aurélie Moeremans, artis berdarah campuran Indonesia-Belgia, membagikan kisah dirinya yang menjadi korban child grooming melalui tulisan dalam buku berjudul Broken Strings. Lewat unggahannya di sosial media, Aurélie mengungkapkan jika kini bukunya sudah dapat diakses secara online dan dibaca secara gratis oleh publik.

Broken Strings berhasil mendapat banyak sorotan publik. Ditulis berdasarkan sudut pandang korban, buku ini mengungkap bagaimana kekerasan fisik serta tekanan mental yang dialami oleh korban kala itu. 

Dalam buku tersebut menunjukkan betapa bahayanya hubungan antara orang dewasa dan anak dibawah umur. Aurélie yang kala itu masih remaja mendapat kesempatan besar untuk gabung ke dunia hiburan Indonesia meski keterbatasan bahasa. Namun siapa sangka jika Aurélie harus bertemu dengan Bobby ketika usianya masih 15 tahun saat itu.

Hubungan keduanya berkembang menjadi hubungan serius, dengan selisih usia yang terpaut jauh, dimana Bobby 14 tahun lebih tua. Kondisi psikologis anak yang belum terbentuk secara matang membuatnya mudah untuk dikendalikan dan dimanipulasi. 

Dia harus terjebak dalam hubungan toxic serta mendapat perlakuan tak pantas seperti cacian, kekangan, dijauhkannya dari pergaulan, ajaran untuk membangkang, hingga pelecehan seksual. Segala upaya telah keluarga Aurélie lakukan agar anaknya terbebas dari child grooming. 

Child Grooming dan Bahayanya Pada Psikologis Anak Melalui Story Aurélie Moeremans

Pelaku child grooming kerap membangun hubungan hangat dengan korban pada awalnya. Korban akan diberikan perlindungan, serta perhatian seperti pemberian rasa aman palsu. Remaja dengan psikologis yang belum matang akan sangat mudah untuk dipengaruhi dan dimanipulasi. 

Hal tersebut semakin mudah dilakukan ketika pelaku berusia jauh diatas korban, serta mempunyai pengalaman dan kuasa yang lebih besar dari korban. Pola nya selalu sama, korban tidak langsung mendapat kekerasan fisik melainkan mendapat kasih sayang hangat serta dukungan. 

Seiring berjalannya waktu, pelaku akan menuntut hal lebih dan akan marah jika korban tidak menuruti keinginannya. Pada momen itu pelaku akan memanipulasi perasaan korban, bahkan tak jarang pelaku akan menggunakan ancaman seperti membahayakan diri sendiri sebagai cara untuk menekan korban jika korban tidak menuruti kemauannya. 

Bagaimana Hukum Perlindungan Anak Indonesia Berkaca dari Kasus Aurélie Moeremans?

Indonesia telah mengatur bahwa praktik child grooming merupakan bentuk kejahatan pada anak. Hal ini juga diatur dalam Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak. 

UU ini mengatur dan menjamin kesejahteraan rakyatnya termasuk perlindungan terhadap hak anak dalam memperoleh perlindungan. UU ini juga menegaskan bahwa negara wajib untuk menjamin hak anak serta memberikan sanksi tegas bagi pelaku kekerasan terhadap anak. 

Selain itu juga terdapat Undang- undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TKPS) yang memberikan tindakan hukum yang lebih tegas terhadap berbagai bentuk kekerasan seksual. Hubungan antara orang dewasa dan anak dibawah umur disertai unsur eksploitasi dapat dikenai sanksi pidana. 

Kasus Aurélie Moeremans ini dapat menjadi pengingat bagi orang tua agar lebih waspada dan perhatian kepada anak-anaknya. Orang tua juga diharap dapat membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan anak serta memberikan edukasi. 

Melalui bukunya Aurélie Moeremans tidak hanya menceritakan pengalaman pribadinya, tetapi juga menjadi pengingat bahwa child grooming merupakan kejahatan serius yang membutuhkan perhatian dari masyarakat. 

Itulah sedikit pembahasan tentang buku Broken Strings milik Aurélie Moeremans yang dapat kita jadikan pengingat. Semoga praktik child grooming  tidak dinormalisasikan dengan adanya manipulatif berkedok cinta. 

Baca Juga: Dampak Digital Fatigue Bagi Mental Jangka Panjang

Penulis: Lintang Suryaningrum

8 Tips Ampuh Mendapat Pekerjaan: Fresh Graduate Wajib Tahu!

Suaraonline.com – Saat ini persaingan kerja di Indonesia sangatlah meningkat. Di tengah-tengah persaingan yang ketat, jumlah lapangan pekerjaan yang semakin sempit, dan banyak karyawan yang terkena PHK massal, kini Indonesia sedang terancam krisis ekonomi.

Banyak pengganguran dimana-mana terutama seorang fresh graduate, padahal sudah memiliki ijazah S1. Bukan karena selalu pilih-pilih pekerjaan, tetapi juga karena peluang dan kesempatannya yang semakin sedikit. 

Seseorang yang baru memulai perjalanan karirnya, maka mengalami tantangan tersendiri dalam memulai mencari pekerjaan. Tantangan mengenai sulitnya mencari pekerjaan di negeri ini menimbulkan banyak spekulasi.

Hal tersebut membuat orang semakin bertanya-tanya mengenai proses rekrutmen dan hiring pekerjaan di Indonesia. Ribuan job fair didatangi, ratusan email dikirim, dan puluhan map coklat diserahkan ke perusahaan namun tetap tidak ada panggilan.

Tips Ampuh Cari Kerja Bagi Seorang Fresh Graduate

Jika seorang fresh graduate ingin mendapat pekerjaan maka harus mempersiapkan dengan matang saat ingin melamar. Oleh karena itu, berikut ini beberapa tips yang bisa diikuti agar seorang fresh graduate mendapat pekerjaan:

1. Tentukan Tujuan Karir

Hal pertama bagi seorang fresh graduate dalam mencari pekerjaan ada menentukan tujuan karir kedepannya. Tujuan karir merupakan hal yang sangat penting di dunia pekerjaan. 

Hal tersebut bisa dimulai dengan riset industri perusahaan, budaya kerja, profesi yang ingin ditekuni, benefit perusahaan, dan lain sebagainya.

2. Persiapkan CV dan Berkas Lainnya dengan Baik

Sebelum melamar pekerjaan, tentunya harus mempersiapkan dengan baik cv dan berkas pendukung lainnya seperti portofolio. Berkas-berkas yang lengkap dan sesuai akan jadi pertimbangan bagi seorang recruiter. 

3. Jalin Koneksi dan Jaringan yang Luas

Di era saat ini, koneksi dan jaringan dalam mencari pekerjaan adalah hal yang sangat penting. Tak bisa dipungkiri, bahwa koneksi menjadi hal yang kuat dalam mendapat pekerjaan dengan cepat.

Koneksi tersebut bisa dijalin dengan cara sederhana seperti berteman dengan para HR di aplikasi linkedln, atau job portal info lowongan pekerjaan yang lainnya. Selain itu, cara lain yang bisa dilakukan yaitu dengan bertanya pada saudara maupun teman dekat.

4. Fokus Memulai Pengembangan Diri

Seorang fresh graduate juga harus bisa fokus untuk terus melakukan pengembangan diri. Pengembangan diri merupakan hal yang sangat penting agar bisa terus mengasah kemampuan dan skill yang dimiliki.

Cara mudah untuk memulai pengembangan diri adalah dengan mengikuti webinar, seminar, workshop, maupun kelas-kelas penunjang skill dan kompetensi diri. Hal ini akan sangat membantu dalam menambah ilmu dan wawasan yang baru di dunia pekerjaan.

5. Membangun Personal Branding

Dalam mencari pekerjaan, seseorang juga perlu membangun personal branding. Saat ini para recruiter seringkali melakukan background check kepada para kandidat yang ingin melamar pekerjaan. 

Sederhananya, baik akun sosial media, akun job portal lowongan kerja, dan akun-akun lainnya harus memiliki postingan dan reaksi yang positif. Hal ini akan sangat menaikkan citra yang baik bagi para recruiter.

6. Memulai Karir dengan Progam Magang

Dalam memulai karir pertama sebagai seorang fresh graduate, maka hal tersebut bisa dimulai dengan mengikuti progam magang. Progam ini nantinya juga akan sangat bermanfaat dalam mengetahui dunia kerja dan mengembankan portofolio profesional.

7. Persiapkan Wawancara dengan Baik

Selain menyiapkan berkas-berkas pendukung, ketika mendaftar kerja juga harus mulai mempersiapkan untuk tahap wawancara. Sebaiknya para kandidat harus bisa melakukan latihan wawancara terlebih dahulu agar tidak gugup saat berhadapan dengan recruiter.

8. Doa dan Menyerahkan Segalanya pada Tuhan

Setelah melakukan semuanya dengan baik, tahap paling akhir sebagai penutup adalah menyerahkan segalanya pada Tuhan dan berdoa dengan sunggguh-sungguh. Kita harus bisa meyakini bahwa rezeki dari Tuhan tidak akan pernah tertukar.

Hal-hal yang Harus Dihindari dalam Mencari Kerja

Agar cepat mendapatkan pekerjaan yang sesuai dan tepat, maka ada hal yang harus dihindari dalam mencari kerja tersebut. Berikut ini yang harus dihindari:

1. Mendapat Informasi dari Calo

Hindari mendapatkan informasi dari para calo pekerjaan. Awalnya para calo ini akan beralasan membantu mencarikan kerja dan bisa memasukkan seseorang kerja dengan cepat kepada para pencari kerja, setelahnya akan memungut biaya yang sangat tinggi.

2. Daftar Kerja di Satu Tempat

Sebagai seorang fresh graduate, alangkah baiknya ketika mendaftar kerja tidak hanya fokus pada satu tempat saja. Melainkan juga bisa menyebarkan lamaran ke beberapa perusahaan karena setiap perusahaan memiliki timeline rekrutmen yang berbeda-beda.

Apabila ditolak atau tidak mendapatkan kabar lebih lanjut mengenai pekerjaan yang dilamar sebelumnya, masih memiliki cadangan perusahaan yang lain karena melamar lebih dari satu perusahaan.

3. Tidak Riset Perusahaan

Banyak fresh graduate yang sebelumnya tidak melakukan riset terlebih dahulu sebelum melamar kerja sehingga ketika di wawancarai bingung perusahaan bergerak bidang apa, jobdesk posisinya seperti apa, dan hal-hal lainnya juga tidak tahu.

Itulah tadi tips ampuh mendapatkan pekerjaan dan hal-hal yang harus dihindari dalam mencari kerja bagi para fresh graduate. Seorang fresh graduate harus bisa fokus melakukan pengembangan diri atau belajar skill baru.

Di era susahnya mencari kerja seperti saat ini, kita tidak bisa fokus hanya pada satu skill saja melainkan juga harus bisa memanfaatkan peluang-peluang baru yang ada. 

Baca Juga: 7 Manfaat Pilates Bagi Tubuh, Yuk Terapkan Budaya Hidup Sehat Mulai dari Sekarang!

Penulis: Suci Wulandari

7 Manfaat Pilates Bagi Tubuh, Yuk Terapkan Budaya Hidup Sehat Mulai dari Sekarang!

Suaraonline.com – Di tengah kesibukan masyarakat saat ini membuat waktu untuk berolahraga menjadi waktu yang sangat sulit dilakukan. Masyarakat kian mencari berbagai macam alternatif supaya tetap bisa hidup sehat di sela-sela kesibukan yang ada.

Olahraga pilates bisa menjadi salah satu opsi pilihan untuk seseorang yang tetap ingin hidup sehat meskipun memiliki kegiatan yang padat. Olahraga tersebut merupakan jenis olahraga yang ringan, dan terjadwal karena biasanya terdapat instruktur atau guru yang memandunya.

Mengenal Apa itu Pilates 

Pilates merupakan salah satu jenis olahraga ringan yang cenderung lebih dikenal oleh para perempuan. Olahraga pilates merupakan olahraga yang fokus pada keseimbangan otot tubuh, pernafasan, dan ketahanan.

Olahraga ini pertama kali dikenalkan oleh Joseph Pilates pada abad ke-20 yang serangkaian gerakannya juga diadopsi dari beberapa olahraga lain seperti, yoga, balet, dan juga kalistenik.

Manfaat Pilates Bagi Tubuh

Ada banyak manfaat olahraga tersebut bagi kesehatan tubuh kita. Untuk memahami lebih lanjut mengenai olahraga tersebut, yuk simak juga manfaatnya bagi tubuh!

1. Memperbaiki Postur Tubuh

Merupakan olahraga yang baik untuk memperbaiki postur tubuh kita. berbagai macam gerakan yang dilakukan saat pilates akan sangat membantu meregangkan otot-otot tubuh yang sebelumnya tidak seimbang.

2. Mencegah Terjadinya Cedera

Dapat mencegah terjadinya cedera pada otot-otot tubuh kita. Olahraga tersebut bertujuan untuk menyeimbangkan otot-otot yang sudah terlalu kaku dan bahkan kurang bergerak. Otot-otot yang kaku akan mudah mengalami cedera jika tidak di regangkan.

3. Meningkatkan Energi

Olahraga tersebut juga dapat meningkatkan energi karena olahraganya meskipun ringan akan sangat bermanfaat untuk memperbaiki sirkulasi darah dan meningkatkan aliran oksigen yang ada di dalam tubuh manusia.

4. Menurunkan Berat Badan

Menurut penelitian, olahraga tersebut juga membantu seseorang yang ingin menurunkan berat badannya. Olahraga pilates juga sangat membakar kalori sehingga bisa membuat tubuh ideal dan tidak akan terjadi obesitas.

5. Meningkatkan Konsentrasi dan Daya Ingat

Merupakan olahraga yang memiliki banyak gerakan tubuh, gerakan yang bervariasi tersebut dapat melatih seseorang dalam menjaga konsentrasi dan daya ingatnya.

6. Memperkuat Tulang

Olahraga tersebut juga sangat baik untuk memperbaiki dan memperkuat tulang. Penyakit tulang seperti osteoporosis dan esteoartritis bisa dicegah dengan melakukan olahraga pialtes.

7. Mengurangi Nyeri Punggung

Olahraga pilates memberikan manfaat dapat mengurangi nyeri pada punggung karena olahraga ini targetnya bekerja untuk mempengaruhi otot-otot perut dan dasar pada panggul. 

Meskipun olahraga tersebut bisa dilakukan kapanpun, dimanapun, dan oleh siapapun, tetapi ada beberapa golongan yang tidak boleh mengikuti olahraga jenis ini. Golongan tersebut seperti ibu hamil, anak dibawah umur, dan orang yang baru pulih dari operasi.

Olahraga tersebut bisa menjadi sebuah opsi terbaik untuk orang yang suka olahraga ringan dan tetap ingin produktif di tengah-tengah kesibukannya dalam beraktivitas. Namun, ada baiknya dilakukan bersama trainner profesional dan alat-alat yang sesuai standart.

Itulah penjelasan mengenai pengertian dari pilates dan juga manfaatnya bagi tubuh. Supaya olahraga tersebut bisa membawa manfaat yang optimal, maka harus dilakukan secara rutin dan teratur.

Baca Juga: Pentingnya Planning Harian dalam Kesuksesan: Cara Sederhana agar Hidup Lebih Terarah

Penulis: Suci Wulandari

Social Battery Drain pada Introvert, Ini Penjelasan Singkatnya

Suaraonline.com – Social battery drain yaitu kondisi di mana energi sosial kamu menurun hingga membuat kamu capek, butuh sendiri, dan sulit fokus.

Kebanyakan hal ini terjadi pada sebagai introvert, interaksi sosial bisa terasa menyenangkan sekaligus menguras energi. Setiap ngobrol panjang, ikut acara ramai, atau bertemu banyak orang sekaligus bisa membuat baterai ini cepat habis. 

Social Battery Drain pada Introvert

Tanda paling jelas dari social battery drain adalah rasa lelah setelah berinteraksi. Kamu mungkin terlihat baik-baik saja di luar, tapi dalam hati merasa lelah, ingin menyendiri, atau tidak mood untuk ngobrol lagi. Beberapa introvert juga merasakan kecemasan atau stres setelah menghadiri pertemuan sosial, bahkan jika suasananya sebenarnya nyaman.

Penyebab social battery drain beragam. Salah satunya adalah durasi interaksi. Semakin lama waktu yang dihabiskan untuk ngobrol, networking, atau berada di lingkungan ramai, energi introvert makin cepat terkuras. 

Faktor kedua adalah intensitas interaksi. Situasi yang menuntut komunikasi aktif, improvisasi, atau menghadapi banyak orang baru sekaligus akan lebih menguras energi dibanding ngobrol satu lawan satu dengan teman dekat.

Tidak hanya itu, ekspektasi sosial juga berperan. Introvert sering merasa harus tampil “ramah” atau “aktif” meski sebenarnya ingin diam. Upaya menyesuaikan diri dengan harapan orang lain ini menambah tekanan mental dan mempercepat drain baterai sosial. Akibatnya, tubuh dan pikiran merasa capek, sulit konsentrasi, dan mood mudah terganggu.

Untuk mengatasi social battery drain, penting bagi introvert mengenali tanda-tandanya lebih awal. Misalnya, perhatikan kapan kamu mulai merasa lelah, tidak sabar, atau ingin mundur dari situasi sosial. Mengetahui batasan ini membantu kamu mengatur waktu interaksi dengan lebih bijak dan mencegah stres berlebihan.

Cara lain untuk mengisi ulang baterai sosial adalah memberi jeda bagi diri sendiri. Setelah menghadiri acara atau pertemuan panjang, luangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang menenangkan, seperti membaca, berjalan santai, atau duduk sendiri menikmati suasana tenang. Aktivitas ini memberi kesempatan bagi otak dan tubuh untuk pulih.

Introvert juga bisa memanfaatkan strategi perencanaan sosial. Misalnya, membatasi jumlah acara dalam seminggu, memilih interaksi yang lebih berkualitas daripada kuantitas, dan menyiapkan waktu istirahat di antara interaksi. Dengan cara ini, energi sosial bisa tetap stabil tanpa merasa terbebani.

Social battery drain bukan tanda kelemahan atau ketidakmampuan bersosialisasi. Ini sekadar pengingat bahwa setiap orang memiliki kapasitas energi berbeda. Menghargai batasan diri sendiri adalah langkah penting untuk tetap sehat secara mental, menjaga mood, dan tetap produktif di lingkungan sosial.

Mengenal dan mengelola social battery membuat introvert tetap bisa menikmati interaksi tanpa merasa terkuras habis. Memberi ruang bagi diri sendiri bukan berarti menjauh dari orang lain, tapi justru cara cerdas untuk menjaga energi, fokus, dan kesejahteraan mental dalam jangka panjang.

Editor: Annisa Adelina Sumadillah.

Dampak Digital Fatigue Bagi Mental Jangka Panjang

Suaraonline.com – Digital fatigue yaitu lelah mental akibat terlalu lama menatap layar. Kebiasaan di zaman serba digital seperti sekarang, hampir semua aktivitas sehari-hari membutuhkan layar digital, mulai dari bekerja, belajar, hingga hiburan, semua seolah menuntut perhatian tanpa henti. 

Kalau dibiarkan, dampaknya nggak cuma capek mata atau sakit kepala, tapi bisa menimbulkan masalah mental jangka panjang.

Dampak Digital Fatigue Bagi Mental Jangka Panjang

Digital fatigue jangka panjang bisa muncul ketika otak dan tubuh kamu dipaksa bekerja terus-menerus di depan layar. Salah satu dampak paling nyata adalah stres kronis. 

Otak yang terus menerima informasi dari layar akan bekerja tanpa jeda, membuat hormon stres meningkat. Lama-lama, kamu bisa merasa cemas setiap saat, bahkan untuk hal-hal sepele.

Selain itu, konsentrasi dan kemampuan fokus juga menurun. Kamu mungkin merasa sulit menyelesaikan pekerjaan atau belajar karena otak lelah dan mudah terdistraksi. Ini sering membuat seseorang menunda tugas atau multitasking berlebihan, padahal tubuh dan pikiran sudah kelelahan. 

Jika dibiarkan terus-menerus, digital fatigue bisa mempengaruhi kemampuan kamu mengambil keputusan dan memecahkan masalah sehari-hari.

Gangguan tidur juga menjadi salah satu efek jangka panjang digital fatigue. Cahaya biru dari layar menekan produksi melatonin, hormon yang mengatur tidur. Akibatnya, kualitas tidur menurun, kamu susah tidur nyenyak, atau bangun lebih lelah dari biasanya. 

Kurang tidur ini akan memperburuk kesehatan mental, meningkatkan risiko depresi, dan membuat mood mudah berubah.

Dampak selanjutnya yaitu bisa mempengaruhi kesehatan emosional. Kamu akan jadi lebih gampang marah, frustrasi, atau merasa putus asa. Bahkan hubungan sosial bisa terganggu karena kamu kurang sabar atau sulit terlibat dalam percakapan offline. Ketergantungan pada perangkat digital juga bisa menimbulkan rasa kesepian, padahal awalnya hanya ingin hiburan atau hiburan cepat di layar.

Untuk mencegah dampak jangka panjang ini, penting bagi kamu untuk mengatur batas waktu layar dan memberi jeda bagi otak. 

Misalnya, setiap satu jam menatap layar, beri istirahat 5–10 menit, hindari scrolling media sosial sebelum tidur, dan luangkan waktu untuk aktivitas offline yang menyenangkan. Teknik 20-20-20—melihat objek sejauh 20 kaki setiap 20 menit selama 20 detik—juga bisa membantu mengurangi ketegangan mata dan membuat otak lebih rileks.

Lingkungan kerja atau belajar yang nyaman juga penting. Pastikan pencahayaan cukup, postur tubuh benar, dan udara segar tersedia. Aktivitas fisik ringan, seperti jalan kaki atau stretching, bisa membantu otak dan tubuh tetap segar. Dengan langkah-langkah sederhana ini, kamu bisa mengurangi risiko digital fatigue dan menjaga kesehatan mental dalam jangka panjang.

Digital fatigue memang terlihat sepele, tapi jika terus diabaikan, dampaknya bisa serius. Ingat, segala sesuati yang berlebihan itu tidak baik walau cuma layar digital saja. Berikan jeda sebagai bentuk investasi jangka panjang untuk otak dan tubuh kamu.

Editor: Annisa Adelina Sumadillah

Digital Fatigue: Lelah Mental Akibat Layar yang Harus Diwaspadai

Suaraonline.com – Digital fatigue secara sederhanan merupakan kondisi dimana seseorang kelelahan karena terlalu banyak menatap layar digital.

Terlebih lagi di era digital seperti sekarang, hampir semua aktivitas sehari-hari nggak bisa lepas dari layar. Mulai dari HP, laptop, tablet, hingga TV, semua seakan menuntut perhatian kamu setiap saat. 

Tanpa disadari, interaksi yang terlalu lama dengan layar bisa bikin kamu merasa lelah secara mental. Tidak cuma capek mata atau pusing kepala, tapi mood kamu bisa berubah, fokus hilang, dan rasa stres muncul tanpa sebab jelas. 

Tanda-tanda Digital Fatigue

Digital fatigue muncul ketika otak dan tubuh kamu dipaksa bekerja terus-menerus di depan layar tanpa istirahat yang cukup. 

Tanda-tandanya bisa berbeda-beda, tapi beberapa yang paling umum antara lain yaitu mata merah atau kering, sering menguap, sulit berkonsentrasi, cepat marah, hingga merasa kewalahan dengan tugas sederhana. 

Kamu mungkin juga merasa lelah meski tidur cukup, karena mental kamu sebenarnya butuh jeda dari rangsangan digital yang terlalu banyak.

Penyebab Digital Fatigue

Penyebab digital fatigue tidak hanya karena durasi layar yang panjang. Konten yang kamu konsumsi juga berperan. 

Misalnya, scroll sosial media terlalu lama bisa bikin perasaan kamu campur aduk karena informasi yang diterima terlalu cepat dan beragam. 

Kedua, bekerja dari rumah sambil multitasking, menatap email, chat, dan dokumen sekaligus bisa bikin otak kamu gampang penat yang disebabkan adanya kombinasi dari durasi, intensitas, dan kualitas interaksi kamu dengan layar.

Dampak jangka panjang dari digital fatigue bisa serius. Selain mengganggu produktivitas, kondisi ini bisa memicu kecemasan, insomnia, bahkan penurunan kesehatan fisik seperti sakit kepala dan nyeri leher. 

Kalau kamu nggak sadar dan terus memaksakan diri, mental kamu bisa capek terus-menerus, membuat kamu sulit menikmati waktu luang atau berinteraksi dengan orang sekitar.

Cara Mengurangi Digital Fatigue

Untuk mengurangi digital fatigue, kamu perlu strategi sederhana tapi efektif. 

Pertama, buat jadwal istirahat layar. Misalnya, setiap satu jam menatap layar, beri jeda 5–10 menit untuk mengistirahatkan mata dan pikiran. 

Kedua, batasi penggunaan sosial media atau berita yang bikin stres, terutama sebelum tidur. 

Ketiga, prioritaskan kegiatan offline yang menyenangkan seperti jalan kaki, olahraga ringan, atau ngobrol dengan teman tanpa HP. Bahkan sekadar duduk santai sambil menikmati alam bisa membantu otak kamu “reload”.

Kamu juga bisa mencoba teknik 20-20-20 yaitu setiap 20 menit menatap layar, lihat objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. 

Cara ini terbukti mengurangi ketegangan mata dan membuat otak kamu lebih rileks. Selain itu, pastikan lingkungan kerja atau belajar kamu nyaman, pencahayaan cukup, dan postur tubuh benar agar fisik nggak ikut capek.

Digital fatigue mungkin terdengar sepele, tapi efeknya bisa besar kalau dibiarkan. Menyadari tanda-tandanya sejak awal dan mengambil langkah pencegahan akan membuat kamu lebih sehat secara mental dan fisik. 

Ingat, layar memang penting, tapi kesehatan mental kamu jauh lebih berharga. Jadi, jangan ragu memberi jeda pada diri sendiri, karena otak dan tubuh kamu juga butuh istirahat.

Editor: Annisa Adelina Sumadillah.