HomeInformasiKamu Seorang Deadliner? Kenali 5 Dampak dan Cara Mengatasi Suka Menunda Pekerjaan!

Kamu Seorang Deadliner? Kenali 5 Dampak dan Cara Mengatasi Suka Menunda Pekerjaan!

Date:

Related stories

Bolehkah Anak Berqurban untuk Orang Tua yang Sudah Meninggal? Ini Jawabannya!

Suara Online - Menjelang Hari Raya Idul Adha, banyak...

Hewan Qurban Jenis Ini Paling Banyak Dicari Warga Tahun 2026

Suara Online – Aktivitas pencarian hewan qurban mulai terlihat...

Jangan Asal Beli! Ini Tips Memilih Hewan Kurban Berkualitas 2026

Suara Online – Jangan asal membeli hewan kurban. Simak...
spot_imgspot_img

Suaraonline.com – Terkadang seseorang suka sekali menunda-nunda pekerjaan hingga pada akhirnya setelah pekerjaan tersebut menumpuk ia menjadi kewalahan. Kondisi inilah yang bisa disebut dengan seorang deadliner.

Deadliner adalah seorang yang suka sekali menunda semua pekerjaan sampai akhirnya ia mengerjakan tugas tersebut secara serius ketika sudah mepet waktu tenggat atau tanggal pengumpulannya.

Pada akhirnya, kebiasaan ini bisa membawa dampak negatif jika dilakukan secara terus menerus dalam jangka waktu yang panjang. Yuk kenali dampak dan cara mengatasinya!

Dampak Menjadi Deadliner

Deadliner sering kali kita temui bahkan bisa terjadi pada diri kita sendiri. Meskipun tidak semua deadliner itu buruk karena selalu menunda pekerjaan, tetapi ada juga yang terpaksa melakukannya karena masih ada tanggung jawab lainnya.

Namun, jika di telisik lebih jauh lagi deadliner akan berpotensi mengalami stres dan dampak buruk lainnya. Oleh karena itu, sebelum mengatasinya kita harus mengenali dulu apa saja dampaknya.

Inilah dampak menjadi deadliner yang wajib dipahami!

1. Memicu Stres dan Kecemasan

Ketika pekerjaan sudah menumpuk dan kita baru akan mengerjakan karena tuntutan keadaan, maka hal tersebut dapat memicu stres dan kecemasan pada diri kita. Pikiran akan terasa jauh lebih berat karena dipaksa mengerjakan dalam waktu yang cepat.

2. Kualitas Pekerjaan Buruk

Ketika mengerjakan suatu pekerjaan yang menumpuk dalam waktu cepat secara tidak sadar juga dapat mempengaruhi kualitas pekerjaan kita. 

Pekerjaan yang seharusnya dilakukan dengan baik, detail, dan bertahap bisa jadi kualitasnya kurang maksimal atau bahkan menurun karena kita dipaksa mengerjakan dengan cepat. 

3. Menurunnya Kesehatan

Ketika deadline pekerjaan semakin dekat dan kita membuat pekerjaan tersebut menumpuk, pada akhirnya perlu memakan waktu untuk kita mengerjakannya dengan cepat.

Hal inilah yang pada akhirnya terpaksa membuat seseorang menjadi begadang, makan tidak teratur, dan bahkan kurang minum. Oleh sebab itu, masalah seperti menurunnya kesehatan bisa saja terjadi pada deadliner.

4. Menjadikan Kebiasaan Kurang Produktif

Seseorang yang suka menunda pekerjaan akan menjadikannya orang yang kurang produktif. Kebiasaan buruk tersebut membuat seseorang selalu berada di zona nyaman yang membuatnya tidak mau berkembang atau bergerak.

5. Membuat Seseorang Meremehkan Waktu

Kebiasaan seseorang yang suka menunda pekerjaan akan membuatnya meremehkan waktu. Waktu yang seharusnya digunakan untuk melakukan hal-hal produktif dan bermanfaat justru di sia-sia kan dengan hal-hal yang tidak berguna sehingga seseorang tidak bisa menghargai waktu.

Cara Berhenti Menjadi Deadliner

Cara berhenti menjadi deadliner memang bukan hal mudah. Bagi seseorang yang terbiasa menunda pekerjaan, maka untuk berhentinya membutuhkan tahapan. Namun, dengan niat dan kerja keras maka seseorang bisa melakukannya.

Jika sudah merasa suka menunda pekerjaan sampai tenggat waktu, maka inilah cara untuk berhenti menjadi deadliner yang wajib kamu ketahui!

1. Membuat Skala Prioritas

Buatlah skala prioritas dalam mengerjakan suatu pekerjaan tertentu. Skala prioritas ini akan membuat seseorang jadwalnya lebih tertata jauh lebih baik sehingga ia lebih memahami antara pekerjaan yang urgent untuk segera dilakukan dan tidak sehingga dapat mengelola waktu dengan baik.

2. Terapkan Bentuk Reward dan Punishment Bagi Diri Sendiri

Mulai lah untuk mencoba membuat komitmen pada diri sendiri dengan menerapkan reward dan punishment. Tujuan reward adalah sebagai sebuah penyemangat jika mengerjakan pekerjaan dengan baik dan tidak suka menundanya.

Sedangkan tujuan dari punishment adalah hukuman bagi diri sendiri jika masih suka menunda pekerjaan. Hal ini akan membantu kita untuk bisa konsisten mengerjakan pekerjaan dengan tepat waktu.

3. Cari Lingkungan yang Mendukung

Lingkungan yang mendukung akan membuat seseorang lebih semangat untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat atau produktif. Jika lingkungan tersebut toxic atau tidak memotivasi untuk bergerak maju, maka tinggalkan lah.

Itulah tadi pembahasan mengenai dampak dan juga cara berhenti menjadi deadliner. Jika dirasa ciri-ciri tersebut ada dalam diri kamu, maka sebaiknya segera berhenti untuk melakukannya. Deadliner dapat membawa banyak dampak buruk sehingga akan mempengaruhi kualitas hidup kita untuk berkembang.

Baca Juga: Pentingnya Bonding dalam Tim Kerja, Yuk Kenali Inilah 5 Manfaatnya!

Penulis: Suci Wulandari

Subscribe

- Never miss a story with notifications

- Gain full access to our premium content

- Browse free from up to 5 devices at once

Latest stories

spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here